Diplomasi Budaya Lewat Keanekaragaman Cita Rasa Kuliner

kuliner
Ragam kuliner Indonesia di Diplomatic Winter Bazaar (DWB) yang berlangsung di Mirza Delibasic Hall, Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. (Foto: Indonesia.go.id)

GoIKN.com – Pada awal Desember 2024, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sarajevo kembali turut serta dalam Diplomatic Winter Bazaar (DWB) yang diselenggarakan di Mirza Delibasic Hall, Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. Acara ini merupakan sebuah kegiatan sosial yang melibatkan kalangan diplomatik di Bosnia dan Herzegovina. Dihadiri oleh sekitar 50 perwakilan asing, 18 vendor swasta dan sponsor, serta menarik lebih dari 15.000 pengunjung.

Kuliner Indonesia Menarik Perhatian Pengunjung

Pada kesempatan ini, tim KBRI Sarajevo mempromosikan berbagai kuliner Indonesia, termasuk sate ayam, bakso, rendang, dan aneka makanan ringan tradisional Indonesia. Selain itu, kerajinan tangan seperti syal batik, tas rotan, dan gantungan kunci juga ditampilkan. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, bahkan makanan yang disajikan habis sebelum acara berakhir. Pihak KBRI berharap partisipasi ini dapat mendorong minat lebih besar untuk berkunjung ke Indonesia.

Dikutip dari Indonesia.go.id. Keikutsertaan Indonesia dalam DWB 2024 merupakan bagian dari strategi gastrodiplomasi yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk mendukung program Indonesia Spice Up the World. Program ini berfokus pada pengenalan kuliner dan produk khas Indonesia ke mancanegara.

Baca Juga :

Peluncuran Dashboard Gastrodiplomasi Indonesia untuk Mendukung Diplomasi Kuliner

Kemlu juga meluncurkan Dashboard Gastrodiplomasi Indonesia, sebuah platform untuk memperkuat strategi gastrodiplomasi. Platform ini mendorong kolaborasi antara KBRI, diaspora Indonesia, serta sektor pemerintahan, korporasi, dan industri kuliner.Dashboard ini menyajikan data tentang restoran yang menyajikan masakan Indonesia di luar negeri dan berbagai produk rempah serta bumbu khas Indonesia.

Gastrodiplomasi Sebagai Strategi Soft Power Diplomasi Indonesia

Menurut Menteri Luar Negeri RI, strategi gastrodiplomasi terbukti efektif dalam mempererat hubungan internasional dan mempromosikan ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan Indonesia. Dengan semakin dikenalnya cita rasa masakan Nusantara, Indonesia terus memperluas pengaruh global melalui kuliner. Hal ini juga mendukung branding nasional Indonesia sebagai negara yang multikultural dan moderat.

Peluncuran Dashboard Gastrodiplomasi Indonesia dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kementerian terkait, serta tokoh kuliner seperti William Wongso dan asosiasi gastrodiplomasi lainnya. Langkah ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membawa kuliner Indonesia ke pentas dunia.***

Tinggalkan Komentar