Dari Perbatasan Malinau, Polisi dan Warga Bangun Ketahanan Pangan Penyangga Kaltara–Kaltim

nugal
Personel Polri dan warga melakukan penanaman padi dengan cara 'nugal'.(foto: hms polres malinau)

MALINAU, GoIKN.com — Ketahanan pangan kawasan Kalimantan tidak hanya ditentukan oleh proyek besar dan distribusi antarwilayah, tetapi juga oleh kesiapan desa-desa di wilayah perbatasan. Dari Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, upaya itu dimulai melalui langkah sederhana: menanam jagung bersama antara polisi dan warga, Kamis (5/2/2026).

Sejak pagi, personel Polsek Malinau Barat turun langsung ke lahan milik warga seluas sekitar satu hektare. Kegiatan yang dipimpin Ps Kapolsek Malinau Barat, Ipda Jhonson Parlindungan Simbolon, ini melibatkan masyarakat desa dan personel Bhabinkamtibmas sebagai bentuk kolaborasi menjaga kemandirian pangan dari tingkat paling dasar.

Desa Perbatasan dan Tantangan Ketahanan Pangan

Wilayah perbatasan seperti Malinau Barat memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Akses distribusi yang tidak selalu mudah membuat desa-desa perlu memaksimalkan potensi lahan yang ada agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Lahan milik warga bernama John di Desa Kuala Lapang yang sebelumnya belum dimanfaatkan optimal, kini ditanami jagung jenis Bhayangkara F1. Sebanyak 10 kilogram bibit ditanam menggunakan metode nugal, metode tanam sederhana yang sudah dikenal dan sesuai dengan kondisi tanah setempat.

“Jagung dipilih karena relatif mudah dirawat dan cepat panen. Hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” ujar salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Polri Hadir sebagai Pendamping Masyarakat

Ipda Jhonson menjelaskan bahwa keterlibatan Polsek Malinau Barat dalam kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan desa.

“Di wilayah perbatasan, ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan wilayah. Ketika masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, situasi sosial dan keamanan akan lebih kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga mendorong kerja bersama agar masyarakat lebih mandiri dan berdaya.

Dampak Langsung bagi Warga Desa

Dengan luas lahan sekitar satu hektare, penanaman jagung ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan rumah tangga pemilik lahan dan warga sekitar. Dalam jangka menengah, kegiatan seperti ini juga membuka peluang ekonomi kecil berbasis pertanian desa.

Bhabinkamtibmas yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut memastikan proses berjalan tertib dan aman, sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat.

Peran Desa Perbatasan bagi Wilayah Penyangga

Langkah yang dilakukan di Desa Kuala Lapang ini mencerminkan peran strategis desa-desa perbatasan sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan regional Kaltara–Kaltim. Ketika desa mampu mandiri secara pangan, stabilitas wilayah penyangga pembangunan di Kalimantan, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), akan lebih terjaga.

Upaya ini menunjukkan bahwa kontribusi desa perbatasan tidak selalu berbentuk proyek besar, tetapi dapat dimulai dari pemanfaatan lahan dan kerja bersama antara warga dan aparat di tingkat lokal.***

Sumber: Polres Malinau

Tinggalkan Komentar