Durian Parigi, Primadona Baru Sulawesi Tengah
GoIKN.com – Di antara ragam durian Nusantara, durian Parigi dari Sulawesi Tengah mulai dilirik pasar ekspor. Durian ini dikenal memiliki cita rasa legit, daging tebal, tekstur lembut, dan biji kecil, menjadikannya primadona di kalangan pecinta durian. Dengan aroma khas yang tidak terlalu menyengat, durian Parigi juga cocok bagi mereka yang baru mencoba buah berduri ini.
Durian Parigi tumbuh subur di wilayah Parigi Moutong, yang dikelilingi pegunungan dan hutan tropis asri. Kombinasi tanah subur dan iklim ideal menghasilkan durian berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar internasional. Musim panen durian Parigi biasanya berlangsung dari November hingga Januari, dengan petani lokal memanen hasil terbaik mereka.
Ekspor Durian Parigi Menuju Pasar Global
Sulawesi Tengah berpotensi menjadi salah satu pemasok utama durian untuk pasar internasional, terutama Tiongkok, yang merupakan importir durian terbesar dunia. Pada November 2024, impor durian Tiongkok mencapai 1,53 juta ton dengan nilai USD6,83 miliar, meningkat 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Indonesia sendiri telah mengekspor 600 ton durian sepanjang 2024, dengan nilai sekitar USD1,8 juta atau Rp29,1 miliar. Hongkong dan Thailand menjadi tujuan utama ekspor, sementara ceruk pasar Tiongkok masih sangat besar.
Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah, Novalina, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan General Administration of Customs of China (GACC) untuk membuka peluang ekspor baru. “Kami berharap proses ekspor dapat berjalan lebih efisien dan sesuai standar internasional, sehingga daya saing durian Indonesia meningkat di pasar global,” ujarnya.
Tiga kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Parigi Moutong, Poso, dan Sigi, telah memenuhi standar Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP). Dengan regulasi ketat yang terpenuhi, durian Parigi semakin siap menembus pasar internasional.
Baca Juga :
Produksi dan Masa Depan Durian Sulawesi Tengah
Produksi durian di Sulawesi Tengah terus meningkat. Pada 2023, produksi mencapai 743.256 kuintal dari lebih dari 1,2 juta pohon produktif, naik signifikan dari 563.256 kuintal pada 2022. Untuk memenuhi kebutuhan ekspor, Sulawesi Tengah mengirimkan varietas Montong dan Musangking, selain durian Parigi yang menjadi unggulan.
Dikutip dari Indonesia.go.id. Luas lahan durian di Sulawesi Tengah yang saat ini mencapai 30 ribu hektare diproyeksikan akan terus bertambah, seiring meningkatnya permintaan pasar domestik dan internasional. Dengan tren produksi yang terus naik, tidak berlebihan jika durian Parigi disebut-sebut sebagai calon “Raja Durian” dari kawasan timur Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa produksi durian di Indonesia meningkat dari 1,35 juta ton pada 2021 menjadi 1,85 juta ton pada 2023. Hal ini memperkuat optimisme bahwa durian Nusantara, khususnya dari Sulawesi Tengah, dapat bersaing di pasar global dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.***
BACA JUGA

