BPJPH Gencarkan Edukasi Jaminan Produk Halal Bersama Ulama dan Para Tokoh
GoIKN.com – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi industri produk halal di tanah air dengan memperkuat edukasi kepada pelaku usaha maupun masyarakat.
Melansir infopublik.id, satu di antaranya lewat gelaran ‘Bincang Bareng’ yang dihadiri oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
“Ini (bincang bareng) pertama kali kita adakan di sini (BPJPH). Hari ini dengan para ulama dan para tokoh. Nanti juga akan ada dengan jurnalis, pengusaha mikro, kecil, dan seterusnya. Ini penting sebab kita semua memiliki potensi ekonomi halal yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan dalam siaran persnya yang dibagikan pada Minggu (12/1/2025).
Ia mengungkapkan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui simpul massa yang kemudian selanjutnya akan diteruskan ke masyarakat. Tentu berkaitan dengan sertifikasi halal yang terus kita diupayakan sampai sekarang.
Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu menyatakan bahwa besarnya potensi ekonomi industri halal memang terbuka sangat lebar.
Merujuk data perdagangan produk halal yang ada, Indonesia telah mencatatkan ekspor produk halal senilai USD 41,42 miliar atau setara dengan Rp673,90 triliun selama periode Januari–Oktober 2024 lalu.
Dalam periode yang sama, surplus neraca perdagangan produk halal Indonesia mencapai angka USD 29,09 miliar. Ekspor produk halal tentu dapat mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 % yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Apalagi melihat kinerja ekspor produk halal per sektor periode Januari hingga Oktober 2024. Khusus sektor makanan olahan mendominasi nilai ekspor yang sebesar USD 33,61 miliar, diikuti pakaian muslim USD 6,83 miliar, farmasi USD 612,1 juta, serta kosmetik USD 362,83 juta.
“Dalam konteks ini kita harus apresiasi kolaborasi para pemangku kepentingan dalam mendorong kinerja ekspor produk halal Indonesia. Tetapi ini bukan hasil akhir, melainkan awal di mana kita harus terus berupaya meningkatkan produktivitas industry halal untuk mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar dunia,” sambung Babe Haikal.
Potensi perdagangan produk halal global terus meningkat ditandai dengan data SGIE Report yang menunjukkan bahwa angka belanja masyarakat muslim global diproyeksikan akan mengalami kenaikan.
Hal tersebut menggambarkan potensi besar pengembangan ekonomi syariah dunia. Oleh karena itu, edukasi dan literasi halal perlu diperkuat bersama-sama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait seperti para ulama, asatidz, dan tokoh masyarakat di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat mengungkap data yang meng-capture besarnya potensi industri dan perdagangan produk halal.
Pengeluaran konsumen muslim global adalah sebesar US$2,29 triliun, tersebar di enam sektor ekonomi riil (2022) dan diproyeksikan mencapai US$3,1 triliun pada tahun 2027 mendatang.
“Perkembangan ke 6 sektor rill itu didukung oleh sektor keuangan syariah sebagai enabler yang pada 2021/2022 asetnya mencapai US$3,9 triliun, diproyeksikan meningkat hingga US$5,9 triliun pada 2025/2026,” tutur Sutan.
BACA JUGA
