Menko Pangan: Sekarang Momentum Strategis Peningkatan Produksi Pertanian
GoIKN.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa saat ini merupakan momen strategis untuk mempercepat upaya peningkatan produksi pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/1/2025), Zulkifli menyoroti pentingnya visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan sebagai peluang emas bagi sektor pertanian nasional.
Komitmen Presiden untuk Swasembada Pangan
“Presiden Prabowo Subianto membawa visi besar swasembada pangan. Ini adalah waktu yang tepat untuk membela petani karena perhatian besar diberikan ke sektor pangan. Jika ini dimanfaatkan, kita akan bisa unggul di sektor pertanian,” ujar Zulkifli.
Ia menekankan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat ekonomi bangsa, khususnya di tengah ancaman krisis global yang semakin kompleks.
Peningkatan Daya Saing Pertanian Nasional
“Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada pangan. Kita harus mengejar ketertinggalan dari Thailand, Vietnam, dan Tiongkok. Ini saatnya Indonesia unggul,” tegas Menko Pangan.
Rapat koordinasi tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempersiapkan panen raya serta memastikan tercapainya target swasembada pangan. Langkah-langkah konkret seperti optimalisasi serapan gabah, perbaikan infrastruktur irigasi, dan dukungan kebijakan dari Presiden dinilai akan mempercepat realisasi visi tersebut.
Stabilitas Harga Gabah dan Kebijakan HPP
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga gabah serta memastikan serapan hasil panen petani berjalan sesuai rencana. Dengan panen raya yang dijadwalkan pada Februari dan Maret mendatang, langkah ini menjadi krusial dalam mencapai swasembada pangan.
Mentan menegaskan bahwa serapan gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah memutuskan kenaikan HPP untuk padi menjadi Rp6.500 (sebelumnya Rp6.000) dan HPP jagung menjadi Rp5.500 (sebelumnya Rp5.000).
Baca Juga :
Percepatan Perbaikan Irigasi
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan irigasi, terutama di Pulau Jawa yang menjadi lumbung pangan nasional.
“Kalau serapan Bulog dan perbaikan irigasi bermasalah, maka kebijakan luar biasa dari Bapak Presiden seperti penambahan pupuk dua kali lipat, kenaikan harga gabah, mekanisasi, dan benih unggul akan sia-sia. Anggaran Rp159 triliun yang dialokasikan juga bisa tidak maksimal,” jelasnya.
Pemantauan Harian untuk Optimasi Program
Untuk memastikan program berjalan lancar, Amran mengusulkan agar dilakukan rapat harian. Rapat ini bertujuan untuk memantau perkembangan di lapangan, termasuk situasi irigasi dan harga komoditas.
“Pupuk, mekanisasi, dan penyuluh yang sebelumnya bermasalah sudah diselesaikan oleh Bapak Presiden. Sekarang, bola ada di tangan kita,” tutup Mentan dengan optimisme.***
BACA JUGA

