Penanaman Padi di Lahan Eks Tambang Warnai HUT ke-68 Pemprov Kaltim

lahan X tambang
Agenda HUT ke-68 Kaltim Tanam Padi di Eks Tambang, Buktikan Lahan Bisa Kembali Produktif (Foto: Kaltimprov.go.id)

GoIKN.com  – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akan menggelar kegiatan simbolis berupa penanaman padi di lahan eks tambang Bukit Baeduri Energi (BBE) pada Kamis, 9 Januari 2025. Agenda ini menjadi salah satu bukti komitmen Pemprov Kaltim dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan lahan pasca-tambang untuk kegiatan pertanian produktif.

Rangkaian Acara HUT ke-68

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa setelah pelaksanaan upacara HUT, rangkaian acara akan berlanjut dengan pembukaan Pekan Raya Kaltim (PRK). Usai kegiatan seremonial tersebut, para tamu VIP akan menggunakan skuter listrik menuju kantor Camat Sungai Kunjang dan melanjutkan perjalanan ke area penanaman padi.

“Yang ingin disampaikan disini adalah eks tambang bisa digunakan sebagai arena tanam, kemudian menggunakan kendaraan ramah lingkungan yakni skuter listrik. Ini menjadi salah satu pesan dalam tema HUT yaitu Membangun Kaltim untuk Nusantara. Membuktikan pembangunan berkelanjutan. Apalagi lahan tambang ternyata bisa menjadi lahan produktif pertanian,” ujar Sri Wahyuni dalam Dialog Publika yang disiarkan TVRI Kaltim, Selasa (7/1/2025).

Langkah Pemprov Kaltim ini mendapat apresiasi dari Pakar Komunikasi, Rina Juwita. Ia menilai bahwa kegiatan penanaman padi di lahan eks tambang dapat mengubah persepsi masyarakat yang selama ini memandang lahan tersebut sebagai area tidak produktif.

Baca Juga :

Mengubah Persepsi tentang Lahan Eks Tambang

Menurut Rina, Kalimantan Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tambang terbesar di Indonesia. Namun, sektor tambang kerap menimbulkan polemik karena dampaknya terhadap lingkungan. Dengan adanya kegiatan simbolis seperti penanaman padi, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa lahan pasca-tambang dapat dipulihkan dan dimanfaatkan kembali.

Dikutip dari Kaltimprov.go.id. “Karena selama ini masyarakat memahami bahwa eks tambang adalah lahan mati yang sering menimbulkan tragedi negatif. Namun, ketika Pemprov Kaltim berusaha merubah persepsi masyarakat bahwa lahan tambang bisa dijadikan lahan produktif lagi, maka diharapkan bisa mensinergikan isu-isu bahwa industri ekstraktif akhirnya kedepan bisa diolah sedemikian rupa dan kita tidak kehilangan alam ini sepenuhnya,” jelasnya.

Inspirasi Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Rina berharap bahwa langkah Pemprov Kaltim dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di masa depan. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif, baik dari segi pemanfaatan sumber daya alam maupun dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Langkah simbolis ini tidak hanya memperkuat komitmen Kaltim dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tetapi juga memberikan pesan bahwa daerah penghasil tambang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan eks tambang. Dengan sinergi yang baik, pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengelola lingkungan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar