BI Kaltim Dorong Inovasi Digitalisasi Pembayaran
GoIKN.com – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) mendorong inovasi digitalisasi pembayaran, peningkatan akseptasi transaksi digital, memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM dan ketahanan pangan.
Langkah tersebut diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Bersama dengan OJK Kaltim-Kaltara, BI Kaltim juga berkomitmen menguatkan literasi dan edukasi keuangan.
Termasuk soal inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah dan keuangan digital. Ini di bahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Perbankan Samarinda 2025.
Melalui terjalinnya kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, OJK Kaltim-Kaltara, dan perbankan, berbagai peluang kerja sama diidentifikasi guna mendukung efisiensi maupun dampak ekonomi yang lebih luas lagi.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto mengatakan bahwa dalam upaya mendukung ekonomi daerah, sinergi dan kolaborasi ini sangat penting. Utamanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan yang sesuai dengan asta cita.
“Pertumbuhan ini tentunya dapat dicapai tidak lain dengan kontributor utama di wilayah timur karena masih banyak daerah timur yang masih dapat dioptimalkan“ ungkap Budi sebagaimana mengutip kaltimprov.go.id, Senin (3/2/2025).
Selanjutnya, Bank Indonesia, OJK, dan perbankan akan terus memperkuat sinergi maupun kolaborasi demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
Kemudian dengan itu, diharapkan sistem keuangan yang lebih kokoh mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Kepala OJK Kaltim dan Kaltra Kaltim Parjiman menyampaikan bahwa sektor keuangan tetap terjaga meski ada di tengah ketidakpastian global.
Ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang menurun dari angka 1,65 persen menjadi 1,08 persen. Lalu tren kredit perbankan tumbuh sebesar 8,57 persen (yoy) pada Desember 2024.
Dilihat lima sektor utama penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur berdasarkan lokasi bank, yaitu mencakup Pemilikan Peralatan Rumah Tangga 21,15 persen Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 15,22 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 14,54 persen, Pertambangan dan Penggalian 9,84 persen, serta Pemilikan Rumah Tinggal 9,11 persen.
Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, sektor dengan penyaluran kredit tertinggi adalah Pertambangan dan Penggalian 21,55 persen, Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan 18,41 persen, Pemilikan Peralatan Rumah Tangga 10,96 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 10,69 persen, Industri Pengolahan 8,46 persen dan Konstruksi 6,18 persen.
BACA JUGA
