Sudah 9.191 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Ditebus pada 3 Januari 2025

pupuk subsidi
Ilsutrasi Petani membeli pupuk bersubsidi. (Foto: Infopublik.id/Humas Kementan)

GoIKN.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuktikan komitmennya untuk mendukung petani dengan memastikan pupuk bersubsidi sudah dapat ditebus langsung mulai 1 Januari 2025. Hingga 3 Januari, tercatat 9.191 ribu ton pupuk telah berhasil ditebus oleh para petani.

Penebusan tersebut mencakup berbagai jenis pupuk, yakni Urea sebanyak 5.646 ribu ton, NPK 3.491 ribu ton, NPK Formula Khusus 16 ton, dan pupuk organik 36 ton. Petani dapat menebus pupuk bersubsidi ini melalui aplikasi i-Pubers atau menggunakan Kartu Tani di kios resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Mentan Amran mengapresiasi semangat petani yang langsung memanfaatkan fasilitas ini. Berdasarkan laporan PT Pupuk Indonesia, penebusan pupuk bahkan dilakukan pada tengah malam pergantian tahun.

“Mulai 1 Januari 2025 terbukti pupuk bersubsidi sudah bisa disalurkan dan ditebus petani. Bahkan ada petani yang menebusnya pada dini hari. Mungkin dia sedang coba-coba benar atau tidak, ternyata bisa kan. semangat ini luar biasa” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Transaksi dini hari juga tercatat secara spesifik. Misalnya, Parto dari Kelompok Tani Sido Mukti VI, Lampung Timur, menebus 950 kg pupuk Urea pada pukul 00.00.22 WIB. Sementara itu, Sugiono Sihombing dari Poktan Tunas Baru, Sumatera Utara, melakukan transaksi sebesar 406 kg pada pukul 02.52.34 WIB.

Kemudahan Akses untuk Petani

Mentan Amran menegaskan, pemerintah terus berupaya mempermudah petani dalam mengakses pupuk bersubsidi.

“Aturan pupuk sudah kami ringkas dan 1 Januari 2025 petani sudah bisa akses, jadi ke petani langsung. Intinya, petani tidak boleh dipersulit,” tegasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah, juga berharap mekanisme baru ini menghilangkan keluhan mengenai kesulitan akses pupuk di sejumlah daerah. Pada 2025, alokasi pupuk bersubsidi mencapai 9,55 juta ton.

“Harus dipastikan bahwa petani terdaftar dalam e-RDKK. Pendataan petani penerima melalui e-RDKK dapat dievaluasi empat bulan sekali pada tahun berjalan sehingga data penerima dapat diperbarui sesuai kebutuhan pupuk,” jelas Andi.

Ia mengimbau petani segera menebus dan memanfaatkan pupuk bersubsidi untuk mendukung musim tanam pertama yang telah dimulai.

Dikutip dari Infopublik.id. “Musim tanam pertama sudah mulai. Kita percepat proses tanam dengan dukungan pupuk subsidi. Pemerintah bersama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) bersinergi menyediakan pupuk untuk petani. Insya Allah, target swasembada pangan bisa kita raih,” tambahnya.

Baca Juga :

Penetapan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Direktur Pupuk dan Pestisida, Jekvy Hendra, menjelaskan bahwa pengalokasian pupuk bersubsidi mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk anggaran subsidi yang ditetapkan Kementerian Keuangan, serapan anggaran tahun sebelumnya, dan usulan petani melalui e-RDKK.

Pemerintah daerah memiliki wewenang untuk melakukan realokasi pupuk antarwilayah guna memastikan distribusi berjalan optimal.

“Kami memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi , maka kami himbau agar petani segera memanfaatkan pupuk subsidi agar percepatan tanam di MT 1 ini optimal,” tutup Jekvy.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.***

Tinggalkan Komentar