Perkuat Sektor Pertanian, Kementan dan Densus 88 Bakal Bina Ribuan Mantan Narapidana

Perkuat Sektor Pertanian, Kementan dan Densus 88 Bakal Bina Ribuan Mantan Narapidana
Kementan dan Densus 88 perkuat kerja sama lewat pembinaan mantan narapidana. (Humas Kementan)

GoIKN.com – 10.425 mantan narapidana yang terdiri dari kasus terorisme dan Jamaah Islamiyah (JI) akan mengikuti program pembinaan untuk memperkuat sektor pertanian di tanah air.

Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri yang telah sepakat untuk memperkuat kerja sama.

Dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (4/1/2025), Mentan Andi Amran mengungkap rincian pembinaan tersebut. Di mana nantinya ada bimbingan, serta pendampingan pemerintah terhadap para napiter.

Khususnya dalam upaya memperkuat sektor pertanian Indonesia dengan membentuk brigade swasembada pangan.

“Kita akan bina karena mereka adalah saudara-saudara kita juga. Jadi nanti BPPSDMP yang akan melakukan pendampingan,” tutur Mentan Andi, mengutip laman infopublik.id.

Ia mengatakan bahwa pertanian adalah sektor yang paling berpotensi untuk memperkuat ekonomi bangsa. Apalagi sektor pertanian juga menjadi ujung tombak dalam membuka lapangan kerja.

Oleh karena itu, ribuan napiter maupun napi-napi lainnya bisa didorong untuk hadir sebagai tenaga produktif untuk mewujudkan misi swasembada pangan.

“Sebelumnya kita kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan sekarang bersama Densus. Jadi ini kolaborasi yang sangat baik untuk Indonesia agar bisa mempercepat swasembada,” imbuhnya.

Di sisi lain, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Irjen Polisi Sentot Prasetyo mengungkap bahwa pihak kepolisian terus melakukan pembinaan terhadap para terdakwa dari waktu ke waktu.

Sehingga kini dibagi zona klaster napi dari klaster merah, kuning, serta hijau.

“Merah artinya mereka yang masih memegang idiologi kekerasan dan hijau mereka yang sudah kembali menjadi masyarakat pancasila. Dan kebetulan dari kegiatan pelatihan ini kita sudah menghasilkan panen di Lampung, Banten Jawa Barat dan Jawa Timur secara umum kami juga didukung oleh dinas-dinas pertanian di Provinsi,” paparnya menerangkan.

Kemudian Sentot menambahkan, target swasembada yang dimiliki pemerintah ini harus dapat dioptimalkan melalui dukungan berbagai pihak.

Termasuk mereka yang berasal dari kalangan narapidana terorisme. Langkah tersebut dinilai penting, mengingat pertanian pun menjadi kunci untuk kekuatan ekonomi bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu kami berharap mendapat dukungan penuh dari jajaran Kementan dan barangkali bisa lebih meluas lagi apa yang kita lakukan ini sehingga bermanfaat untuk kepentingan masyarakat khususnya para napiter,” tandas Sentot.

Tinggalkan Komentar