Konflik Kepentingan dan Pentingnya Integritas dalam Pemberantasan Korupsi
GoIKN.com – Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana, menekankan pentingnya pengelolaan konflik kepentingan. Menurutnya, pengelolaan yang baik dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Konflik kepentingan yang tidak ditangani secara serius dapat meningkatkan risiko pelanggaran etika dan korupsi.
“Dalam bahasa Jawa terdapat kata pokil yang merupakan kata untuk menandai tindakan seorang yang melakukan cara-cara curang agar mendapatkan keuntungan pribadi. Inilah yang sekarang kita sebut korupsi, maka setiap pihak harus berhati-hati,” ujar Wawan dalam Seminar Integrity in Action bertema “The Power of Integrity” yang diadakan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) di Gedung Kesenian Tri Murti, Prambanan, Jumat (3/1/2025).
Statistik Kasus Korupsi
“Mari kita semua bersama-sama menyatakan diri untuk tidak korupsi dan turut aktif melakukan gerakan pemberantasan korupsi, menjadi teladan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” ajaknya.
Baca Juga :
Integritas Dimulai dari Individu
Sementara itu, Direktur Utama TWC, Febrina Intan, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan hukum. Menurutnya, perubahan sejati harus dimulai dari individu.
“Integritas harus kita tunjukkan pada perilaku sehari-hari. Marilah kita bersatu menciptakan sistem yang bebas korupsi, membangun budaya yang sehat, mendukung perwujudan integritas dalam kolaborasi,” tegas Febrina.
BACA JUGA

