Korlantas Polri Imbau Warga Hindari Kendaraan Roda Dua untuk Perjalanan Jarak Jauh Saat Libur Nataru

roda dua
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan. Foto: Humas Polri/Infopublik.id_

GoIKN.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk perjalanan jarak jauh. Langkah ini diambil guna meningkatkan keselamatan berkendara selama periode libur panjang.

“Kepada masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk perjalanan yang panjang seperti dari Jakarta sampai Semarang, Surabaya.” Ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).

Imbauan ini berdasarkan data yang menunjukkan bahwa sepeda motor menjadi kendaraan paling rentan terlibat kecelakaan. “Data di Korlantas, untuk keterlibatan roda dua dalam kecelakaan lalu lintas ini sangat tinggi 78 persen melibatkan kendaraan roda dua,” jelas Irjen Aan.

Baca Juga :

Dikutip dari Infopublik.id. Sebagai bagian dari persiapan libur Nataru, Korlantas Polri menggelar Tactical Floor Game (TFG) untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Operasi Lilin 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madellu Korlantas pada Sabtu (14/12/2024) dan dipimpin langsung oleh Kakorlantas.

TFG dihadiri oleh perwakilan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda DIY, Polda Jatim, dan Polda Bali. Dalam forum tersebut, masing-masing wilayah memaparkan strategi pengelolaan arus lalu lintas untuk menghadapi pergerakan masyarakat selama Operasi Lilin.

Irjen Aan menyebut TFG adalah bagian dari konsolidasi taktis untuk memastikan arus mudik dan wisata berjalan lancar. “Hari ini melaksanakan tactical floor game (TFG) ini merupakan tahapan dari pada perencanaan pengelolaan arus mudik arus wisata selama libur natal 2024 dan tahun baru 2025, sebelumnya kita sudah melaksanakan survei kemudian rapat rapat koordinasi ini adalah konsolidasi terkait dengan tindakan tindakan taktis yang akan dilaksanakan nanti pada pelaksanaannya,” terangnya.

Selain itu, Irjen Aan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang memerlukan perhatian khusus. Titik-titik tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri, kawasan wisata, dan lokasi penyeberangan.***

Tinggalkan Komentar