Menteri PPPA Diskusi dengan Masyarakat saat Kunjungi Kelurahan Petompon Semarang

Menteri PPPA Diskusi dengan Masyarakat saat Kunjungi Kelurahan Petompon Semarang
Menteri PPPA, Arifah Fauzi berkunjung ke Kelurahan Petompon. (kemenpppa.go.id)

GoIKN.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Menteri PPPA, Arifah Fauzi menyempatkan diri untuk berdiskusi langsung dengan berbagai kelompok masyarakat saat berkunjung ke Kelurahan Petompon, Kota Semarang.

Melansir keterangan pers yang dibagikan kemenpppa.go.id, wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari kategori Kelurahan Ramah Perempuan dan Anak (KRPPA). Sinergi berbagai pihak untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kelurahan Petompon dinilai sebagai modal kuat dalam pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI).

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tengah mengembangkan program Ruang Bersama Indonesia yang merupakan kelanjutan program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. (D/K-RPPA). Semangatnya sama yaitu untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak, dimulai dari desa/kelurahan,” kata Arifah, Senin (27/1/2025).

Dengan adanya Ruang Bersama Indonesia, pemerintah pusat ingin memperkuat komitmen Kementerian/ Lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, lembaga swadaya masyarakat, lembaga keagamaan, serta lembaga profesi agar semakin terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

Langkah konkret ini dilakukan demi mencapai Indonesia Emas 2045. Kolaborasi berbagai pihak yang ikut serta menjadikan perempuan di Kelurahan Petompon sebagai perempuan berdaya, mandiri serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak turut mendapat apresiasi penuh.

Menteri PPPA mengapresiasi upaya para perangkat kelurahan dan motivasi kuat setiap warga. Terutama perempuan-perempuan di Kelurahan Petompon sehingga setiap program yang ditujukan untuk memberdayakan perempuan bisa terwujud.

“Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dan Urban Farming yang dikelola dengan baik menunjukkan bahwa perempuan memiliki keahlian untuk mandiri finansial. Sejalan dengan itu, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan Kelurahan Petompon dapat menyalurkan motivasi kepada daerah yang lain untuk mengimplementasikan program serupa guna menciptakan lingkungan dengan lebih aman, memberdayakan, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Indonesia.

Menurut keterangan Walikota Semarang, Hevearita Gurnayanti Rahayu, bahwa Ibu Kota Jawa Tengah ini memiliki sejumlah program peduli perempuan dan anak, di mana Petompon dan Tanjung Mas sebagai pelopor KRPPA.

Salah satu program unggulan di Petompon meliputi pemberdayaan perempuan lewat UMKM dan urban farming. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.

Selain itu, Kota Semarang juga melakukan inovasi Rumah Duta Revolusi Mental yang fokus terhadap pencegahan bullying dan kekerasan kepada perempuan yang dipimpin oleh psikolog. Pada tahun 2024 kemarin, program tersebut berhasil menanggulangi setidaknya 10.000 kasus kekerasan.

Menariknya, Kota Semarang pun mempunyai forum Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA). Saat ini ada 16 kecamatan dan 177 kelurahan yang membentuk JPPA, serta terlibat dalam upaya pencegahan kekerasan.

Tinggalkan Komentar