Kemenag Tetapkan Standar Kapasitas Solar Panel di Green KUA
GoIKN.com – Komitmen Kementerian Agama (Kemenag) dalam membangun Geen KUA akan dibarengi dengan penggunaan solar panel. Telah ditetapkan bahwa standar kapasitas berada di angka 2,1 kWh.
Kemudian apabila produksi listrik melebihi kapasitas itu, maka kelebihan energi bakal disalurkan ke PLN tanpa kompensasi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar.
Pembangunan KUA dengan konsep ramah lingkungan yang memanfaatkan sistem solar panel berbasis on-grid ini bertujuan untuk mendukung penggunaan energi terbarukan maupun nol emisi karbon.
Menyadur kemenag.go.id, sistem solar panel on-grid akan memanfaatkan energi matahari yang melimpah. Terlebih lagi mengingat Indonesia berada di garis khatulistiwa dengan tingkat radiasi ultraviolet yang tinggi.
Solar panel digadang-gadang mampu menyerap energi tersebut secara optimal, lalu diubah menjadi listrik dan disalurkan langsung ke jaringan listrik umum.
Penggunaan ini akan mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari PLN, sehingga biaya tagihan listrik menjadi berkurang. Penghematan dapat dialokasikan untuk kebutuhan operasional yang lain.
“Penggunaan solar panel ini menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan sejuk. KUA bisa menjadi contoh dalam penggunaan energi terbarukan. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya teknologi ramah lingkungan,” kata Cecep.
Di sisi lain, Kemenag bakal mengajukan usulan kebijakan baru terkait mekanisme itu. Ia berharap KUA bisa menggunakan sistem kWh yang baru supaya kelebihan energi dapat dimanfaatkan untuk menutupi Biaya Operasional Perkantoran (BOP).
“Saat ini mekanisme tersebut hanya diterapkan di pabrik-pabrik besar. Kami berharap agar bisa juga diterapkan di KUA,” sambungnya.
Secara terpisah, Ahmad Fajri selaku Ketua Tim Konsultan Desain Green Building KUA mengungkap cara kerja sistem solar panel yang sederhana tetapi tidak meninggalkan aspek efektivitas.
“Energi yang dihasilkan bisa langsung untuk operasional KUA. Dengan teknologi solar panel, KUA turut berkontribusi dalam melawan perubahan iklim global,” ungkap Fajri.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa sistem solar panel dirancang agar secara otomatis mengambil listrik dari jaringan umum saat panel surya tidak cukup menghasilkan listrik.
Misalnya ketika cuaca mendung atau malam hari. Efisiensi menjadi keunggulan sistem tersebut. Karena tidak membutuhkan baterai penyimpanan, biaya instalasi pun menjadi lebih terjangkau daripada sistem yang lain.
BACA JUGA
