Pokja Bunda PAUD Marangkayu Gelar Studi Tiru dan Pelatihan untuk Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus

anak berkebutuhan khusus
Pokja Bunda PAUD Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan Studi Tiru dan Pelatihan Bagi Orang Tua dan Guru Anak Berkebutuhan Khusus dengan mengunjungi Rumah Anak Disabilitas Perahu Kertas di Kota Bontang. (Foto: Kukarkab.go.id)

GoIKN.com – Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, melalui Pokja Bunda PAUD, menggelar kegiatan studi tiru dan pelatihan bagi orang tua serta guru anak berkebutuhan khusus. Acara ini berlangsung di Gedung Serba Guna, Kelurahan Lok Tuan, Kota Bontang, pada Kamis, 9 Januari 2025. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke Rumah Anak Disabilitas Perahu Kertas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Marangkayu A.R. Ambo Dalle, perwakilan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI). Studi tiru ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal.

Dalam sambutannya, Camat Marangkayu menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. “Melalui studi tiru dan pelatihan ini, kami berharap dapat memberikan dukungan maksimal agar anak-anak dengan disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkreasi,” ujar A.R. Ambo Dalle.

Baca Juga :

Superintendent HSSE Santan Terminal PHKT, Yulhafidz, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). “Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih inklusif. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal terciptanya peluang yang setara bagi semua anak,” katanya.

Dikutip dari Kukarkab.go.id. Sementara itu, perwakilan PT KNI, Wisnu, menjelaskan bahwa program ini adalah komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak anak disabilitas. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi semua anak, tanpa terkecuali. Kegiatan ini akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan dunia yang lebih inklusif,” ungkapnya.

Para peserta menyambut baik pelatihan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka optimistis bahwa langkah ini akan memberi dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Marangkayu.***

Tinggalkan Komentar