Tiga Menteri Audiensi Bahas Infrastruktur Tahan Bencana dan Ramah Kesehatan
GoIKN.com – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saling bersinergi membangun infrastruktur tahan bencana maupun ramah kesehatan.
Ketiga menteri tersebut membahasnya dalam Audiensi Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Kesehatan, Ketahanan Bencana, dan Kota/ Desa Ramah Anak – Disabilitas yang berlangsung pada Selasa (14/1/2025).
Menko AHY mengatakan bahwa pertemuan ini membahas mengenai peran penting infrastruktur dalam mendukung berbagai program Kemenko PMK. Termasuk untuk mitigasi bencana, dan penyediaan infrastruktur yang ramah perempuan, anak, lansia hingga disabilitas.
“Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam, sehingga semua butuh langkah cepat, dan bagaimana melakukan langkah preventif. Infrastruktur harus menjawab kebutuhan tersebut, baik melalui rehabilitasi dan rekonstruksi, serta infrastruktur yang semakin resilience terhadap dampak yang disebabkan oleh bencana,” kata AHY dalam keterangan yang diunggah pu.go.id, Rabu (15/1/2025).
Kemudian selanjutnya, isu kedua yang didiskusikan adalah bagaimana langkah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan membantu Kementerian Kesehatan dalam mencegah stunting maupun penyakit menular akibat lingkungan tidak sehat.
Infrastruktur dinilai punya peran penting dalam mendukung masyarakat hidup sehat, yakni salah satunya dari aspek sanitasi dan air bersih. Rencananya bakal disediakan ruang terbuka hijau yang ramah untuk perempuan, anak, lansia dan disabilitas.
Dengan demikian, diharapkan kualitas kehidupan dapat menjadi lebih baik. Selaras dengan AHY, Menko Pratikno turut menegaskan pentingnya koordinasi antar sektor dalam mewujudkan harapan-harapan tersebut.
Ia menyadari bahwa pembentukan SDM Unggul sangat memerlukan kontribusi sektor infrastruktur.
“Kami mohon agar dalam beberapa agenda pembangunan SDM Unggul, mendapat dukungan dari Kemenko IPK, mulai dari sanitasi, air bersih, dan tempat berkumpul masyarakat yang menjadi agenda bersama. Kemudian terkait kebencanaan, kita juga harus bersama-sama berupaya untuk mengurangi risiko bencana,” paparnya.
Dalam kesempatan ini, Menteri Dody menjelaskan bahwa sampai sekarang pihaknya sudah melaksanakan pembangunan infrastruktur yang fokus pada penyediaan air minum dan sanitasi, serta infrastruktur yang tahan bencana.
“Isu-isu utama tersebut telah disampaikan dalam audiensi dan sebagian besar sudah kita kerjakan dan sudah masuk dalam TA 2025. Kami mohon dukungan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Menteri Dody.
Tak hanya memperhatikan soal sanitasi, Kementerian PU juga menerapkan standar bangunan tahan bencana terhadap infrastruktur yang dibangun. Mereka pun terus melakukan sosialisasi mengenai standar struktur bangunan yang tahan bencana kepada para masyarakat di tanah air.
“Untuk infrastruktur tahan bencana, sebenarnya kami telah melakukan sosialisasi SNI 1726 Tahun 2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non gedung. Untuk infrastruktur bukan dibangun oleh Kementerian PU yang belum menerapkan standar tersebut, kami akan terus mensosialisasikan dan perbaiki. Kami juga terus berkoordinasi dengan BNPB, terkait mana yang bisa kami dukung dan kami prioritaskan,” tandasnya.
BACA JUGA
