Mendes Yandri Dorong Pemda Optimalkan SDM Desa

Mendes Yandri Dorong Pemda Optimalkan SDM Desa
Mendes Yandri minta para kepala daerah optimalkan SDM desa guna mencegah urbanisasi berlebih seperti Jepang dan Korea Selatan. (kemendesa.go.id)

GoIKN.com – Pemerintah Daerah baik Gubernur maupun Bupati diminta untuk terus mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM desa. Demikian instruksi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Mendes Yandri mengatakan bahwa SDM desa adalah aset yang tak tergantikan. Bukan tanpa alasan, sebab mereka lah yang begitu memahami terkait kebutuhan, potensi, hingga tantangan yang ada di wilayah tersebut.

Langkah optimalisasi SDM desa juga dilakukan guna mencegah urbanisasi berlebih sebagaimana yang terjadi di negara-negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.

Apabila hal ini sampai berlangsung di tanah air, maka kemungkinan bakal memunculkan masalah lain yang lebih berat. Satu di antaranya adalah ketidakseimbangan demografi penduduk.

“Desa di Jepang itu kosong, jangan sampai terjadi di Indonesia, Pak. Ada 93% penduduknya ke kota, termasuk di Korea Selatan, 83% penduduknya bergerak ke kota. Kita ingin menyetop atau menghambat laju urbanisasi itu dengan memajukan desa-desa di Indonesia,” kata Mendes Yandri, melansir laman resmi kemendesa.go.id.

Pernyataan tersebut disampaikan saat mantan Wakil Ketua MPR RI ini mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan untuk hadir dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan dengan Kepala Daerah se-Sumatera Selatan.

Rapat itu berlangsung di Kantor Gubernur Gubernur Sumatera Selatan, Kota Palembang pada Senin (13/1/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa yang diinginkan adalah pembangunan berada di desa. Dengan banyak pembangunan yang melibatkan pemuda pelopor desa, maka Mendes optimis desa akan mengalami kemajuan pesat.

Dalam kesempatan serupa, Menko Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan komitmen pemerintah yang sedang fokus memberdayakan potensi lokal. Langkah itu diambil bertujuan agar mengurangi impor bahan pokok bisa dilakukan dengan mengandalkan sumber daya pangan produksi lokal.

Zulhas berharap bahwa pangan lokal ini mampu diproduksi, dikembangkan, maupun dikonsumsi oleh suatu daerah atau kelompok masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Karena menurutnya makanan lokal bisa mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk waralaba, contohnya memiliki cita rasa yang unik serta bahan baku lokal serta pengelolaan yang lebih baik.

“Jadi 2025, tidak impor beras untuk konsumsi, tidak impor gula untuk konsumsi, tidak impor jagung untuk pakan ternak, dan tidak impor garam untuk konsumsi, Itu kira-kira tahun 2025,” papar Zulhas.

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih hadir dalam agenda Rakor Swasembada Pangan. Mendes Yandri didampingi oleh Staf Ahli Menteri, Bidang Hubungan Antar-Lembaga Samsul Widodo, Staf Khusus Menteri Khoirul Huda, juga Direktur Advokasi Dwi Rudi Hartoyo.

Tinggalkan Komentar