Kementerian PU Harap Air Bendungan Jlantah Segera Capai Elevasi 685 Meter

Kementerian PU Harap Air Bendungan Jlantah Segera Capai Elevasi 685 Meter
Kementerian PU meninjau pembangunan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar. (pu.go.id)

GoIKN.com – Air Bendungan Jlantah diharapkan bisa mencapai elevasi 685 meter pada 28 Februari 2025 mendatang. Target ini disampaikan oleh Adenan Rasyid sebagai Direktur Bendungan dan Danau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.

Lewat BBWS Bengawan Solo, telah dilakukan impounding (penggenangan air) sejak 20 Desember 2024 lalu. Rasyid menjelaskan, “Ketika air di genangan sudah masuk ke intake (elevasi 662), air yang keluar dari outlet sudah langsung bisa didistribusikan ke jaringan irigasi untuk meningkatkan IP (Indeks Penanaman) melalui bendung yang sudah ada di hilir bendungan.”

Hal tersebut diutarakan saat dirinya mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo untuk meninjau Bendungan Jlantah yang berada di Kabupaten Karanganyar pada Kamis (2/1/2025).

Fasilitas ini merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun dengan tujuan guna mendukung program swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah.

Melansir keterangan yang diterima hari Jumat (3/1/2025), progres fisik Bendungan Jlantah sudah mencapai angka 99% dan membuka peluang suplai air irigasi untuk Kabupaten Karanganyar sampai luas 1.494 hektare.

Menteri Dody berharap ketika bendungan sudah mulai difungsionalkan, dapat langsung tersambung dengan daerah irigasi di sekitarnya. Salah satu fokus Kementerian PU adalah memastikan bahwa bendungan yang dibangun bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah-sawah masyarakat.

“Sehingga Indeks Penanaman bisa meningkatkan karena target kita memang 3 kali lipat tanam,” ujarnya.

Tak hanya untuk mendukung program swasembada pangan lewat suplesi air irigasi, Bendungan Jlantah Karanganyar pun berfungsi menyediakan air baku sebesar 150 liter/detik yang didistribusikan ke Kecamatan Jumapolo, Jumantono, serta Jatipuro.

Kemudian juga diharapkan mampu mereduksi banjir sebesar 70,33 meter3/detik atau 51,26% dari debit banjir periode ulang 50 tahun dan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) hingga 0,625 MW dan potensi pariwisata.

Bendungan ini memiliki tinggi 70 meter, panjang puncak 404 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak 690 meter. Adapun luas genangan 50,45 ha membuatnya dapat menampung air hingga 10,97 juta m3.

Angka tersebut bisa dimanfaatkan untuk suplai air irigasi ke Kabupaten Karanganyar seluas 1.494 ha, terdiri dari 806 ha daerah irigasi yang sudah ada (peningkatan IP 172% menjadi 272%) dan 688 ha irigasi baru (IP 272%).

Sehari sebelumnya, Menteri Dody beserta rombongan telah mengunjungi Bendungan Jragung yang berlokasi di Kabupaten Semarang. Ia meminta BBWS Pemali Juana agar mempercepat fungsional jaringan irigasi dari bendungan itu.

Pada tahun 2025, Kementerian PU bakal mempersiapkan Daerah Irigasi Baru yang bersumber dari Bendungan Jragung. Sehingga nanti di awal 2026 Kementerian Pertanian sudah bisa mencetak sawah saat proses impounding rampung.

Bendungan Jragung ini mampu menampung kapasitas tampung 90 juta m3 dan luas genangan 451 hektare, terutama guna menyuplai air bagi daerah irigasi jragung seluas 4.528 hektare yang terletak di Kabupaten Demak dan Grobogan.

Tinggalkan Komentar