PKUB Kemenag Ungkap 5 Program Inovatif untuk Jaga Kerukunan Sepanjang 2024

PKUB Kemenag Ungkap 5 Program Inovatif untuk Jaga Kerukunan Sepanjang 2024
Kepala PKUB Kemenag, Adib Abdushomad. (kemenag.go.id)

GoIKN.com – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) menjalankan lima program yang konkret untuk menjaga harmoni di tanah air sepanjang tahun 2024.

Melansir kemenag.go.id, kegiatan-kegiatan strategis ini tak hanya meningkatkan kesadaran sosial. Namun sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan keharmonisan.

1. Digitalisasi Kampanye Kerukunan Umat Beragama

Kepala PKUB, Muhammad Adib Abdushomad menyebut pihaknya telah memanfaatkan teknologi guna menjangkau masyarakat yang lebih luas. Ada sejumlah program digital yang diluncurkan.

Termasuk ClasS of Religion, sebuah kampanye kerukunan yang didalamnya melibatkan influencer lintas agama.

“Program ini berhasil menjangkau lebih dari 6 juta individu, terutama dari kalangan Generasi Z dan Milenial, dan menggandeng tokoh agama terkemuka seperti Habib Ja’far untuk menyampaikan pesan perdamaian,” ungkap Adib.

Nama Habib Ja’far memang menjadi salah satu tokoh yang menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan anak muda. Selain penuturan yang lembut dan menenangkan, beliau juga hadir dengan pembahasan bermakna.

PKUB pun turut meluncurkan Podcast Kerukunan Tematik. Beberapa tokoh lintas agama yang diundang antara lain, Menteri Agama (2014 – 2019) Lukman Hakim Syaifudin, Said Agil Husin Al Munawar dan influencer lintas agama yakni: Dude Herlino, Oki Setiana Dewi, Jonru, Budi Khonghucu, Ketua PGI, hingga Ketua KWI.

“Dengan memanfaatkan platform digital, PKUB juga aktif menyebarkan pesan-pesan kerukunan melalui media sosial, yang semakin memperkuat dampak kampanye ini di kalangan generasi muda,” imbuhnya.

2. Interfaith Dialogue

Melalui program tersebut, nama Indonesia berhasil dibawa ke dunia internasional, tepatnya Interfaith Dialogue di Serbia. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Indonesia menjadi role model untuk menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama.

“Melalui dialog yang melibatkan tokoh-tokoh agama dan pemimpin masyarakat, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan toleransi dan perdamaian global,” sambung Adib.

3. Peningkatan Kompetensi Internal.

Kebijakan untuk meningkatkan kompetensi para pegawai ini bertujuan guna mengoptimalkan kinerja dalam menjalankan misi kerukunan. Disediakan program pembinaan dan kegiatan outing agar hubungan dan keharmonisan antar pegawai makin kuat.

Sehingga nantinya dapat memberi dampak yang positif terhadap efektivitas program-program kerukunan yang disiapkan.

4. Program Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.

PKUB merilis program tersebut supaya bisa menyiapkan mitigasi potensi konflik antar umat beragama di Indonesia.

“Program ini memungkinkan pihak terkait untuk lebih cepat merespons isu-isu sensitif dan mencegah ekskalasi konflik, sehingga menjaga kedamaian dan keharmonisan masyarakat,” tuturnya.

5. Gebyar Toleransi

Kegiatan Gebyar Toleransi merupakan bagian dari upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam kampanye kerukunan. PKUB menggelontorkan bantuan hingga Rp50.000.000 kepada masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan kerukunan antar umat beragama.

Hasilnya, telah dibuat berbagai acara maupun kegiatan yang melibatkan banyak pihak, mempererat rasa saling pengertian, serta persaudaraan antar kelompok agama.

Lebih lanjut, Ketua PKUB itu pun menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program-program kerukunan. Mengingat kerukunan sebagai pilar utama bagi bangsa Indonesia.

“Dengan segala upaya yang telah kami lakukan, kami berharap Indonesia dapat terus menjadi contoh dunia dalam menjaga perdamaian dan harmoni antar umat beragama. PKUB berkomitmen untuk melanjutkan upaya-upaya positif ini dan terus berinovasi dalam memperkuat kerukunan sosial di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar