Pemerintah Targetkan Pembangunan 2 Juta Hektare Irigasi untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Pemerintah Targetkan Pembangunan 2 Juta Hektare Irigasi untuk Wujudkan Swasembada Pangan
Dua Kementerian dan TNI AD bersinergi percepat swasembada pangan, incar pembangunan jutaan irigasi pada 2025. (infopublik.id)

GoIKN.com – Pemerintah menargetkan terciptanya pembangunan irigasi kurang lebih mencapai angka 2 juta hektare pada tahun 2025 mendatang.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta jajaran TNI Angkatan Darat. Ketiga lembaga itu terus mempererat koordinasi demi mewujudkan swasembada pangan.

Luasan tersebut masih akan bertambah banyak. Mengingat TNI juga memberikan bantuan irigasi perpompaan hingga 400 ribu hektare.

“Dari tersier primer sekunder ada kurang lebih 2 juta yang dikerjakan. Sementara dari TNI ada kurang lebih 500 ribu yang sudah disiapkan untuk irpom. Sementara yang kita fokuskan ada di pulau Jawa untuk upland dan yang normalisasi ada 1 juta,” tutur Menteri Pertanian Andi Amrah Sulaiman, Senin (30/12/2024).

Melansir infopublik.id, kolaborasi percepatan swasembada pangan bersama Kemen PU maupun TNI AD dinilai sangat penting. Oleh karenanya, akan dipastikan seluruh infrastruktur maupun sarana untuk optimasi lahan (oplah) benar-benar siap.

Ia juga mengatakan bahwa progres pengerjaan infrastruktur telah difokuskan pada pembangunan irigasi. Syukurnya, irigasi yang ada saat ini juga sudah berjalan dengan sangat baik.

“Alhamdulillah progres kerja sudah bagus. Kementerian PU dan Wakasad juga luar biasa. Insya Allah kalau ini semua berjalan dengan rencana, kami yakin kita bisa swasembada dalam waktu secepat-cepatnya,” ujar Mentan.

Dalam kesempatan itu, Dody Hanggodo selaku Menteri Pekerja Umum pun memastikan pihaknya mendukung langkah percepatan yang dilakukan Kementan. Terutama soal ketersediaan pupuk an benih.

Dody menyebut, Kementerian PU siap memberikan dukungan dengan membuat jaringan irigasi di daerah oplah.

“Dan ini kita laporkan juga bahwa kita sudah mengerjakan beberapa pekerjaan di lapangan. Kita sudah identifikasi ada sekitar 2 juta hektaare dan sudah kita bahas bersama siapa melakukan apa,” ungkapnya.

Pada pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementan, Jakarta ini, Kementerian PU dan TNI AD berperan sebagai supporting unit program sewasembad pangan.

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) sudah melakukan survei serta verifikasi lapangan bersama Badan Standarisasi Instrumen Pertanian hingga Dinas Pertanian.

Hasil verifikasi lapangan menunjukkan ada potensi tambahan luas tanam sebesar 2.087.602 hektare (ha). Ini mencakup irigasi seluas 537.855 ha, optimalisasi lahan (OPLAH) seluas 665.485 ha, dan pompanisasi seluas 884.261 ha

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi mengatakan, pembangunan irigasi perpompaan terus dilakukan jajaran TNI.

Hal tersebut bertujuan guna mengatur kebutuhan air, baik di lahan tadah hujan maupun lahan kering.

“Kami mempersiapkan pelaksanaan swasembada secepat cepatnya, karena itu dengan hadirnya Kementerian PU sangat membantu sekali. Apalagi hal yang paling utama saat ini adalah air. Kita bertiga (Kementan-PU-TNI AD) terus mensinkronkan apa yang ada di lapangan mudah mudahan produksi di tahun 2025 bisa tercapai,” papar Wakasad.

Tinggalkan Komentar