‘Refleksi dan Proyeksi Kemenag 2025’, 10 Instansi Dapat Penghargaan
GoIKN.com – Momen ‘Refleksi dan Proyeksi Kemenag 2025’ dimeriahkan dengan pemberian penghargaan atas best practice penguatan moderasi beragama.
Ada 10 instansi yang mendapatkan penghargaan tersebut, antara lain UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Institut Teknologi Bandung, Universitas Andalas Padang, UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, Kemenko PMK, Kemendagri, Pemprov Sulawesi Barat, Pemkab Pemalang, Kedubes Uni Emirat Arab, serta Kanwil Kemenag Maluku Utara.
Melansir laman resmi kemenag.go.id, para penerima dinilai sebagai yang terbaik untuk upaya implementasi penguatan program moderasi beragama.
Acara yang berlangsung di Sasoso Langen Budoyo ini dikemas dengan kegiatan yang santai, diwarnai pula oleh music teatrikal yang mengangkat tema mengenai Harmoni dalam Keberagaman.
Digelar Badan Litbang dan Diklat Kemenag guna menyongsong tahun baru 2025, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya spiritualitas dalam pembangunan bangsa.
“Semua bangunan monumental, seperti Piramida di Mesir, Ka’bah di Mekah, hingga Borobudur di Indonesia, dibangun di atas fondasi spiritualitas. Mari kita berniat dan bertindak dengan nilai-nilai ilahi agar hasilnya monumental,” tutur Menteri Nasaruddin, Sabtu (28/12/2024).
Membangun moralitas dan spiritualitas sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah hal yang krusial. Pembangunan tanpa landasan moral dinilai hanya akan menghasilkan karya yang rapuh dan tidak bisa bertahan lama.
Kemudian dalam hidup damai di tengah keberagaman, Menag menggambarkan Indonesia sebagai lukisan Tuhan yang Indah dan kerukunan merupakan komoditas penting yang perlu dijaga.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan. Jangan ada yang mengacak-acaknya. Kerukunan adalah kebanggaan kita, dan itu lebih berharga daripada minyak atau komoditas lainnya,” imbuhnya.
Menyambut tahun baru 2025, ia mengajak seluruh jajarannya untuk memulai dengan energi dan penampilan yang baru.
Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag, Amien Suyitno mengatakan bahwa Harmoni dalam Keberagaman dipilih sebagai tema Refleksi dan Proyeksi karena diharapkan bisa menjadi semangat dalam pembangunan di bidang keagamaan.
Tama ini pun diharapkan bisa menggugah introspeksi dan mempersiapkan program-program prioritas di masa mendatang.
“Semoga 2025 menjadi tahun yang membawa Kemenag lebih baik dalam menjalankan tugasnya. Kami optimis, program-program Kemenag akan lebih tertata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Amien.
BACA JUGA
