Indonesia Lepas Tim Kesehatan untuk Bantu Vanuatu
GoIKN.com – Bencana alam berupa gempa bumi yang sedang dihadapi Vanuatu turut menyita atensi Indonesia. Pemerintah pun resmi mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk tim kesehatan.
Sebagai informasi, Vanuatu mengalami gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada 17 Desember 2024 lalu. Dalam momen pelepasan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Menkes Budi Gunadi Sadikin berharap bisa meringankan beban para korban.
“Kami melepas tim cadangan kesehatan, tenaga medis, dan tenaga kesehatan Indonesia ke Vanuatu. Mudah-mudahan mereka dapat membantu teman-teman di sana dengan sebaik-baiknya dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkapnya sebagaimana mengutip infopublik.id, Sabtu (8/12/2024).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya kehadiran Indonesia dalam memberi dukungan terhadap sahabat yang terdampak oleh bencana.
Ini sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar memperhatikan penuh berbagai potensi bencana, baik di dalam maupun luar negeri.
“Pemerintah telah menyiapkan bantuan yang mencerminkan solidaritas global Indonesia untuk segera diberangkatkan,” tutur Pratikno.
80 ribu jiwa di Vanuatu terdampak bencana gempa bumi 17 Desember lalu. Ada kerusakan-kerusakan infrastruktur dan korban jiwa yang cukup signifikan.
12 orang dilaporkan meninggal dunia, ratusan luka-luka, serta rusaknya infrastruktur di ibu kota Port Vila. Bantuan yang dikirim oleh pemerintah Indonesia mempunyai berat hingga 50,5 ton, dengan 6,9 ton yang merupakan kontribusi Kementerian Kesehatan.
Bantuan tersebut dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Vanuatu. Terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Mobile Plus yang melibatkan dokter spesialis bedah, ortopedi, penyakit dalam, anestesi, serta emergensi medis.
Tim ini akan bekerja di lokasi langsung dalam kurun waktu 14 hari. Adapun logistik kesehatan yang dikirim berupa:
1. 75 jenis obat-obatan dan bahan medis habis pakai;
2. Emergency kit sebanyak 15 set guna pelayanan darurat;
3. Hygiene kit dengan jumlah 55 paket untuk memenuhi kebutuhan kebersihan para pengungsi;
4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 1.191 koli bagi ibu hamil dan 595 koli untuk balita;
5. Water purifier sebanyak 10 set untuk penyediaan air yang bersih;
6. Tenda pelayanan medis berukuran 6×12 meter yang nantinya bakal dihibahkan saat misi telah selesai;
7. OrthopediSet Small dan BOX EMT Type 1 Mobile untuk mendukung kebutuhan operasional medis;
8. Barang pendukung lain seperti abathe seberat 50kg.
Bantuan tersebut juga mencakup dukungan logistik lainnya dan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para pengungsi korban bencana.
Bantuan yang diberangkatkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Jumat (27/12) ini diperkirakan tiba di Port Vila pukul 13.00 waktu setempat. Pengiriman ini merupakan simbol solidaritas dan semangat gotong royong Indonesia dalam membantu sesama.
BACA JUGA
