Korps Wanita Angkatan Darat : Pilar Kuat Bangsa dalam Balutan Perjuangan dan Dedikasi
GoIKN.com – Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) baru saja merayakan hari jadinya yang ke-63 dengan penuh semangat di Graha Pusat Zeni Angkatan Darat, Jakarta Timur, Senin (23/12/2024). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, Kowad bukan sekadar “mawar penghias taman,” tetapi “melati pagar bangsa” yang melambangkan integritas dan ketangguhan.
Dalam sambutannya, Maruli menyampaikan bahwa Kowad tak hanya menjadi simbol kekuatan perempuan di lingkungan militer, tetapi juga penggerak dalam mendukung program strategis TNI Angkatan Darat. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Kowad terus menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa.
Sejarah dan Peran Kowad
Dikutip dari indonesiadefense.com. Kowad lahir dari gagasan Kolonel dr. Soemarno Sosroatmodjo pada 1959, yang mengusulkan pembentukan unit khusus perempuan di lingkungan TNI AD. Setelah melalui diskusi panjang, gagasan ini mendapat dukungan dari para tokoh nasional, termasuk Ahmad Yani, Gatot Subroto, dan Presiden Soekarno. Pada 22 Desember 1960, pendirian Kowad resmi disahkan melalui Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts-1056/12/1960, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu—simbol perjuangan perempuan Indonesia.
Awalnya, Kowad berfokus pada tugas-tugas non-tempur, seperti merawat tentara, menjahit seragam, dan mendirikan dapur umum di medan perang. Namun, perannya berkembang menjadi lebih luas, mencakup administrasi, kesejahteraan, hingga fungsi strategis lainnya. Kowad bertugas sesuai kodrat perempuan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, kesabaran, dan ketelitian.
Baca Juga :
Dalam Surat Keputusan Men/Pangad Nomor Kpts/455/1961, Kowad diberi tanggung jawab untuk mendukung pertahanan negara melalui keahlian khusus di bidang non-tempur. Hal ini mencerminkan semangat emansipasi wanita Indonesia dan memastikan efisiensi optimal dalam institusi militer.
Harapan di Usia ke-63
Peringatan HUT ke-63 ini diharapkan menjadi momen refleksi dan inspirasi untuk terus meningkatkan prestasi. Kowad didorong untuk tidak hanya unggul di penugasan militer, tetapi juga memberikan dampak positif di berbagai aspek kehidupan. Sebagai “melati pagar bangsa,” Kowad diharapkan terus menjadi teladan semangat perjuangan dan pengabdian bagi seluruh rakyat Indonesia.***
BACA JUGA

