KemenLH Proyeksikan Sampah Nataru 2024/2025 Capai 55.300 Ton

Sampah
Proyeksikan volume sampah selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) mencapai 55.300 ton. (foto: bandung.go.id)

GoIKN.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) memproyeksikan volume sampah selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) mencapai 55.300 ton. Hal ini seiring dengan pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai 110,67 juta orang dalam dua minggu libur akhir tahun, menurut data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa peningkatan sampah, terutama dari barang dan kemasan sekali pakai, menjadi tantangan utama selama momen ini. “Potensi meningkatnya timbulan sampah tersebut terjadi apabila dalam berbagai aktivitasnya menggunakan barang dan kemasan yang sifatnya sekali pakai dan sulit dikelola sampahnya,” tegasnya dalam Surat Edaran No. SE.01 Tahun 2024, Selasa (24/12/2024).

Langkah Strategis Pengelolaan Sampah Selama Nataru

KemenLH menginstruksikan sejumlah langkah kepada pemerintah daerah untuk mengatasi potensi lonjakan sampah, di antaranya:

  1. Pengelolaan di Titik Keramaian: Penanganan sampah di terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan tempat wisata.
  2. Hindari Plastik Sekali Pakai: Mengajak pelaku usaha dan masyarakat memanfaatkan dekorasi ramah lingkungan.
  3. Acara Minim Sampah: Panitia perayaan diminta mengutamakan konsep ramah lingkungan.
  4. Penyediaan Tempat Sampah Terpilah: Menyediakan fasilitas di tempat ibadah, rest area, dan destinasi wisata.
  5. Edukasi Masyarakat: Imbauan membawa peralatan makan dan minum yang dapat digunakan ulang.
  6. Pelaporan Pengelolaan Sampah: Semua data pengelolaan sampah harus dicatat dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

Dikutip dari Infopublik.id. Menteri Faisol optimis, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat mengurangi dampak sampah selama perayaan. “Dengan komitmen bersama, kita bisa menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat di momen Nataru,” pungkasnya.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kebiasaan ramah lingkungan, sekaligus memastikan kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga.

Tinggalkan Komentar