Libur Nataru, Jasa Penukaran Uang BI Kaltim akan Kembali Buka Januari 2025
GoIKN.com – Libur Nataru 2024/2025, layanan penukaran uang melalui Kantor Perwakilan BI Kaltim untuk masyarakat umum telah ditutup sementara dan akan kembali buka pada bulan Januari 2025 mendatang.
Melansir laman kaltimprov.go.id, masyarakat yang berencana menukarkan uang bisa mendatangi perbankan di Kalimantan Timur dengan mengikuti waktu operasional maupun kebijakan masing-masing.
Sebelumnya BI Kaltim menyelenggarakan kegiatan khusus Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI), yakni Penukaran Uang melalui Layanan Kegiatan Kas Keliling pada tanggal 15-16 Desember.
Ada dua titik lokasi Rumah Ibadah, yaitu GPIB Jemaat Immanuel dan Gereja Katedral Santa Maria. Kegiatan tersebut juga dilakukan di SMAK Santo Fransiskus Assisi Samarinda yang dibarengi dengan edukasi CBP kepada para siswa dan siswi sekolah.
“KPw BI Prov. Kaltim juga menyediakan modal kerja sebesar Rp.2.247.175.000,00 dengan sistem paket penukaran ataupun melalui penukaran langsung (Go Show),” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Budi Widihartanto dalam keterangan resmi, Selasa (24/12/2024).
Menyambut Nataru dengan mengusung tema ‘Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai’, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
Masyarakat pun diminta merawat Rupiah guna mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Cinta Rupiah ini direalisasikan dengan merawat uang sebaik mungkin. Bangga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sedangkan Paham Rupiah dalam konteks menggunakan Rupiah untuk bertransaksi secara bijak
Budi menyebut, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Prov. Kaltim menyediakan uang layak edar (ULE) sebesar Rp2,7 Triliun di wilayah kerja KPw BI Prov Kaltim untuk mendukung Nataru.
Angka ini terbilang meningkat daripada tahun 2023, yakni sebesar Rp2,5 triliun. Kenaikan jumlah ULE berdasarkan pertimbangan berbagai hal.
Seperti realisasi belanja APBD, penarikan dana oleh HIMBARA untuk pembayaran dana sosial, uang ganti rugi, dana desa, maupun kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
Masyarakat diharapkan lebih waspada supaya terhindar dari peredaran uang palsu. Budi turut mengakak masyarakat untuk mengenali keaslian Rupiah melalui gerakan 3D yang meliputi Dilihat, Diraba, Diterawang serta selalu tukarkan uang di lokasi yang resmi.
BACA JUGA
