Prabowo Subianto Langsung Gelar Rapat Terbatas usai Pulang dari Mesir, Bahas Apa?
GoIKN.com – Presiden Prabowo Subianto telah menuntaskan berbagai agenda dalam kunjungan kenegaraan ke Kairo, Mesir. Usai tiba di tanah air, Kepala Negara langsung menggelar rapat terbatas.
Melansir laman presidenri.go.id, RI 1 beserta rombongan terbatas tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul 10.45 pagi ini.
Kehadiran beliau disambut oleh menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra juga ikut menyambut kedatangan Presiden yang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Adapun rapat terbatas dengan para pejabat penyambut membahas tentang persiapan keamanan menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 alias Nataru.
Lantaran momentum ini merupakan waktu puncak pergerakan massa dan aktivitas masyarakat, sehingga membutuhkan langkah-langkah keamanan demi memastikan ketertiban maupun keamanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan rasa terima kasih kepada jajarannya yang terus berusaha keras supaya memastikan Nataru bisa berjalan lancar.
Selain itu, Prabowo juga mengingatkan tentang pentingnya mitigasi antisipasi bencana. Di mana koordinasi antara berbagai pihak dan penyebaran informasi terkait perkembangan cuaca terkini kepada masyarakat adalah hal yang krusial.
Polri Terus Antisipasi dan Evaluasi Tantangan Lalu Lintas
Melansir laman tribatanews.polri.go.id, Dirgakkum Korlantas Polri Birgjen. Pol. Raden Slamet Santoso, S.H., S.I.K menyampaikan bahwa pihaknya bersama stakeholder terkait sudah mempersiapkan skema dan strategi pengamanan yang komprehensif demi memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.
“Berdasarkan hasil analisis, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 21, 24, dan 28 Desember 2024, sementara puncak arus balik diprediksi mengikuti beberapa hari setelahnya,” kata Slamet.
Oleh karena itu, Korlantas fokus terhadap tiga jalur utama keluar Jakarta yang mencakup Tol Cikampek, Cipularang, dan Jagorawi. Tak ketinggalan, jalur penyeberangan Merak turut menjadi perhatian khusus.
Ia menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Salah satunya pemberlakuan sistem satu arah di jalur Puncak menuju Gadog dan Jakarta.
Penyesuaian dilakukan berdasarkan traffic counting yang dipasang di berbagai jalur arteri dan tol. Polri selalu memantau jalur-jalur arteri, termasuk jalur Sukabumi.
“Exit tol di Prambanan juga telah dikoordinasikan dengan Polda DIY agar distribusi kendaraan ke wilayah sekitarnya, termasuk Gunung Kidul berjalan lancar. Sementara di jalur penyeberangan, Polri menerapkan sistem billing guna mengatur kendaraan jika terjadi penumpukan di dermaga,” sambungnya.
Lebih lanjut, survei intensif telah dilakukan terhadap berbagai moda transportasi, mulai dari kapal laut, kereta api, hingga pesawat turut dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap aspek operasional berjalan sesuai rencana.
“Jika ditemukan kekurangan, seperti misalnya penerangan jalan atau penumpukan kendaraan, petugas akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan cepat,” tutupnya.
BACA JUGA
