Kemensos Bakal Kawal Kenaikan PPN 12% dengan Bantuan Pemberdayaan Masyarakat

Kemensos Bakal Kawal Kenaikan PPN 12% dengan Bantuan Pemberdayaan Masyarakat
Kemensos siap mengawal kenaikan PPN 12% dengan berbagai program bantuan pemberdayaan masyarakat. (kemensos.go.id)

GoIKN.com – Kenaikan PPN 12% bakal dikawal Kementerian Sosial (Kemensos) dengan bantuan pemberdayaan keluarga miskin melalui pemberian bantuan modal usaha untuk PKH Graduasi.

PKH Graduasi merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah dinyatakan lulus atau tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah. Mensos Saifullah Yusuf berniat menyasar 480.000 KPM untuk realisasi program tersebut.

Menyadur laman kemensos.go.id, Kemensos memang akan meningkat jaring pengaman sosial dan percepatan penyelenggaraan program kesejahteraan sosial.

Langkah itu diambil demi mengantisipasi kenaikan PPN dan rencana pembatasan subsidi. Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Strategis menyebut program reguler bansos bakal diperkuat.

Sembari menantikan program bansos tambahan yang rencananya bakal segera digelontorkan oleh pemerintah.

“Hingga saat ini bantuan sosial tambahan masih dalam tahap pembahasan, diharapkan dapat menjadi bantalan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya keluarga miskin,” tutur Andy pada Minggu (22/12/2024).

Adapun sejumlah program bansos reguler yang akan disalurkan Kemensos antar lain percepatan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 10 juta (KPM).

Program ini semula dijadwalkan pada akhir triwulan I, tetapi bakal dipercepat pada awal tahun 2025. Kemudian ada Bantuan Pangan Non Tunai atau sembako untuk 18,8 juta KPM juga akan disalurkan setiap bulan, dan segera digelontorkan pada awal tahun 2025 mendatang.

Mulai tahun 2025 nanti, Kemensos menanggung bantuan makan bergizi gratis bagi 36.000 penyandang disabilitas dan 101.000 kelompok lanjut usia atau lansia.

Adapun khusus untuk bantuan makanan bergizi bagi kedua kategori itu akan dilaksanakan dengan menggandeng Kelompok Masyarakat daerah sehingga bisa mendorong peningkatan perekonomian lokal.

Sebanyak 270.000 anak yatim piatu ditargetkan bakal mendapatkan santunan setiap bulan. Program-program Kemensos tersebut disalurkan berdasarkan Data Tunggal Terpadu Kesejahteraan Sosial yang merupakan penyempurnaan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Target dari Gus Menteri (Mensos Saifullah Yusuf) graduasi ini direncanakan menyasar 480.000 KPM,” sambung Andy.

Lebih lanjut, Andy turut mengatakan bahwa berbagai program yang dijalankan Kementerian Sosial diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mencapai target penurunan angka kemiskinan.

Tinggalkan Komentar