Kementerian PU Percepat Pembangunan 61 Bendungan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Kementerian PU Percepat Pembangunan 61 Bendungan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Kementerian PU berkomitmen mempercepat pembangunan bendungan maupun rehabilitasi irigasi di Indonesia. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PU)

GoIKN.com – Kementerian PU atau Pekerjaan Umum berkomitmen untuk melakukan percepatan pembangunan 61 bendungan, serta merehabilitasi jaringan irigasi yang ada di seluruh tanah air.

Tercatat sampai saat ini sudah ada 47 bendungan yang telah selesai, sedangkan sisanya bakal dirampungkan hingga tahun 2026 mendatang.

Bendungan tersebut dinilai sebagai tulang punggung utama dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dody Hanggodo, Menteri PU menyoroti tentang pentingnya modernisasi jaringan irigasi primer maupun sekunder yang sebagian besar sudah tua dan tentu memerlukan perbaikan.

“Jaringan irigasi kita, terutama yang dibangun sejak era kolonial, perlu direhabilitasi agar IP terus meningkat dan swasembada pangan tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Dody, seperti mengutip laman resmi infopublik.id pada Minggu (15/12/2024).

Ia bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Bob Arthur Lambogia meninjau Rehabilitasi Peningkatan dan Modernisasi Jaringan Irigasi Sekunder Jengkol, Pengkolan, Sukamandi, dan Brebes di Subang.

Diketahui, program ini digencarkan demi meningkatkan pasokan air untuk mendukung intensifikasi pertanian di wilayah itu. Rehabilitasi telah dimulai sejak 2024 dan ditargetkan selesai tahun 2024 ini.

Total luas area irigasi mencapai 12.574 hektare (ha) dengan panjang saluran yang sudah direhabilitasi mencapai 42.536 meter dari total target 87.274 meter. Sisanya diteruskan tahun berikutnya.

“Dengan rehabilitasi ini, sawah-sawah di hilir tetap bisa terairi. Meski baru sekitar 50 persen yang selesai, indeks pertanaman (IP) sudah meningkat dari 179 persen menjadi 210 persen, dengan tambahan luas tanam mencapai 3.898 ha,” jelas Menteri Dody.

Di sisi lain, hasil panen para petani juga mengalami peningkatan. Dari 5-6 ton per ha menjadi 6-7 ton per ha. Ia mengklaim, dampak sosial dari proyek itu sangat signifikan karena mendukung penghidupan petani lokal.

Mochammad Dian Alma’ruf yang menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengatakan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi meliputi area seluas 12.574 ha tersebar di empat kecamatan dan 18 desa di Kabupaten Subang.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, Bianakan, serta Pabuaran.

“Rehabilitasi ini diharapkan menjaga pasokan air yang optimal untuk setiap masa tanam,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar