Segera Wujudkan Konsep Waterfront City di Bantaran Sungai Karang Mumus

samarinda waterproft city
emerintah Kota (Pemkot) Samarinda melaksanakan presentasi Review Masterplan Grand Design Sungai Karang Mumus I di Ruang Rapat Wali Kota Lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Jumat (17/1/2025) siang. (Foto: Samarindakota.go.id)

GoIKN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melaksanakan presentasi Review Masterplan Grand Design Sungai Karang Mumus (SKM) I di Ruang Rapat Wali Kota, lantai II Gedung Balai Kota Samarinda, Jumat (17/1/2025). Acara ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah sukses digelar pada 2 Oktober 2024.

Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi menjadikan kawasan SKM sebagai waterfront city berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan. Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, menegaskan pentingnya penataan kawasan bantaran SKM secara terintegrasi untuk menciptakan harmoni dengan alam.

“Prinsipnya secara umum sudah oke. Kalau ada tambahan dalam desain konseptual, saya setuju. Ini bukan hanya soal pengendalian banjir, tetapi juga soal membangun identitas Samarinda sebagai kota riverside city yang harmonis dan berkelanjutan,” ujar Andi Harun.

Proyek ini direncanakan dimulai pada 2026 dengan skema pembiayaan multiyears contract atau pendekatan alternatif lainnya. Wali Kota berharap seluruh tahapan dapat segera diselesaikan dalam masa kepemimpinannya.

“Saya khawatir jika proyek ini ditunda setahun, realisasi pembangunan tersebut tidak akan terwujud secara utuh. Saya berpendapat, proyek ini harus segera direalisasikan agar sekalian tuntas” tegasnya.

Andi Harun juga meminta OPD terkait untuk segera menyelesaikan teknis proyek, seperti penyusunan timeline dan pematangan Detail Engineering Design (DED), serta memastikan anggaran kegiatan ini dimasukkan dalam APBD-P 2025.

Optimis dalam Pengendalian Banjir

Fikutip dari Samarindakota.go.id. Pemkot Samarinda optimis bahwa proyek ini akan memberikan dampak signifikan, khususnya dalam pengendalian banjir, perbaikan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup warga Samarinda.

Dalam pemaparan teknisnya, Dr. M.A. Retno Hastijanti dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menjelaskan bahwa perencanaan penanganan kawasan kumuh SKM dilakukan melalui pendekatan zonasi. Zonasi tersebut mencakup lima segmen, yaitu Ruhui Rahayu, Segiri, Perniagaan, Jembatan Baru, dan Pelita.

Baca Juga :

“Perencanaan ini bertujuan menangani kawasan kumuh di sekitar SKM dengan pendekatan berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan. Selaras dengan misi mewujudkan perencanaan harmoni dengan alam melalui RTH (Ruang Terbuka Hijau, Red) dengan menciptakan kesatuan konsep waterfront city,” jelas Retno.

Ia juga menyampaikan bahwa dua segmen DED telah rampung, sementara sisanya ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Sejumlah pejabat turut mendampingi Wali Kota dalam presentasi ini, di antaranya Sekda Samarinda Ir. H. Hero Mardanus Satyawan, Kepala Bapperida H. Ananta Fathurrozi, Kepala Dinas PUPR Desy Damayanti, Kabag Kerja Sama Idfi Septiani, serta Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin.

Pemkot Samarinda berharap proyek ini dapat menjadi langkah besar dalam mewujudkan kawasan SKM sebagai ikon kota yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar