LPTQ Kaltim Dorong Pelaksanaan MTQ Berbasis Digital
GoIKN.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi Kalimantan Timur alias LPTQ Kaltim mendorong pelaksanaan MTQ berbasis digital dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi.
E-Maqro, E-Scoring, hingga live streaming, misalnya. Hal tersebut diungkap dalam momen Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan di Hotel Four Points Balikpapan pada Minggu (29/12/2024).
Dasmiah, Ketua Panitia Raker ini menyebut bahwa sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan. Agenda itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi penting hasil Rapat Koordinasi LPTQ di Maratua.
“Ada beberapa rekomendasi penting dari Rakor LPTQ di Maratua yang akan kami bahas secara detail dalam Raker ini untuk dijadikan program tindak lanjut,” tutur Dasmiah saat menyampaikan laporan pembukaan.
Rekomendasi yang dimaksud meliputi pemberdayaan juara MTQ. Baik dari tingkat nasional maupun kabupaten/kota. Kemudian juga peningkatan sumber daya manusia penyelenggara MTQ melalui pelatihan dewan hakim, pelatihan e-MTQ, panitia, serta panitera.
Selain itu, sosialisasi dan kerja sama dengan pondok pesantren, madrasah, sekolah Islam, rumah tahfidz, hingga lembaga lainnya akan dilakukan guna menjaring lebih banyak peserta yang potensial.
Dalam Raker, bakal dirumuskan secara rinci rencana kerja tahun 2025 berdasarkan hasil kesepakatan Rakor tersebut.
‘Raker ini akan membahas secara detail rencana kerja per bidang untuk tahun 2025,” imbuh Dasmiah.
LPTQ Kaltim mengadakan seleksi peserta untuk kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional (STQHN) 2025 serta program sertifikasi dewan hakim di Januari 2025 mendatang.
Lebih lanjut, jadwal pelaksanaan MTQ Provinsi Kalimantan Timur juga turut diumumkan. MTQ tingkat provinsi rencananya berlangsung pada bulan Juli 2025 di Kabupaten Kutai Timur, sementara untuk tahun 2026 dan selanjutnya bakal dilaksanakan setiap bulan November.
Agenda rapat yang berlangsung pada 29-31 Desember 2024 tersebut diikuti oleh peserta dari LPTQ provinsi, LPTQ kabupaten/kota pimpinan pondok pesantren Kalimantan Timur, Majelis Ulama Indonesia, Badan Amil Zakar, UPT Asrama Haji.
Berbagai pemangku kepentingan lain yang mendukung kegiatan MTQ maupun STQH di Kalimantan pun turut hadiri.
Sebelumnya, Ketua LPTQ Sri Wahyuni berharap pelaksanaan Raker bisa menjadi momentum untuk memantapkan sinergi LPTQ provinsi dan kabupaten/kota dalam pembagian peran pelatihan baca tulis Al-Qur’an.
“Bagaimana kita berbagi peran. LPTQ kabupaten/kota tentu sudah memiliki pola pembinaan masing-masing. Ini yang perlu disinergikan. Mana peran kabupaten/kota, mana yang dilakukan provinsi agar polanya bersinergi,” papar Sri.
Upaya mensinkronkan pola tentu memang tidak mudah untuk dilakukan. Namun jika melihat evaluasi kemarin, Sri menyebut masih perlu ada perbaikan pola.
Di hadapan audiens, ia turut mengingatkan bahwa LPTQ Provinsi tak mempunyai kafilah. Melainkan merupakan kafilah dari kabupaten/kota Kaltim. Oleh karena itu, agar ada kesinambungan yang dijaga.
“PR besar kita konservasi sebagai daerah yang disegani MTQ dan STQ. Provinsi lain sempat bergurau tuan rumah juara umum , ditunggu STQ Kendari apa yang masih bisa juara. Saya yakin semangat juara umum masih ada dalam diri kita,” sambungnya.
BACA JUGA
