Korem 091/ASN Gandeng Swasta Sukseskan Makan Bergizi Gratis di Samarinda
GoIKN.com – Korem 091/ASN berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menyukseskan implementasi program makan bergizi gratis di Kalimantan Timur (Kaltim).
Melansir laman resmi kaltimprov.go.id pada Kamis (26/12/2024), Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul berharap mereka terus berperan aktif dalam menyediakan kebutuhan MBG ini.
Korem juga dipastikan akan berupaya semaksimal mungkin agar program bisa berhasil. Termasuk dengan menyiapkan dapur sehat.
Ia menyampaikan bahwa makan bergizi gratis merupakan salah satu kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kesehatan maupun kecerdasan anak-anak sekolah.
“Program makan bergizi gratis ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai perwakilan pemerintah pusat untuk menyukseskannya. Kami akan memastikan titik-titik dapur yang telah ditentukan dapat melayani kebutuhan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut dikatakan Danrem saat menjadi narasumber dalam forum ‘Penerapan Program Makan Bergizi Gratis Di Kota Samarinda.
Terungkap, saat ini Korem 091/ASN sudah mempunyai satu dapur sehat di kawasan Air Putih, Jalan Suryanata, Samarinda. Dapur itu dikelola oleh 50 orang dan bekerja sama dengan pemerintah setempat.
Satu dapur sehat diklaim mampu melayani 3.000 hingga 4.000 siswa. Di sisi lain, dapur-dapur sehat itu juga bakal memberdayakan petani lokal yang ada di sekitar lokasi.
Danrem turut mengingatkan tentang pentingnya kolaborasi demi menyukseskan program makan bergizi gratis. Pihaknya pun sedang terus menjalin koordinasi dengan pemerintah mengenai mekanisme pelaksanaan supaya berjalan maksimal.
Program ini dijadwalkan mulai berlangsung di Kota Samarinda mulai 2 Januari 2025 mendatang. Pertengahan Desember kemarin, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni telah meninjau langsung simulasi MBG di sejumlah sekolah.
Didampingi oleh Plt. Kadisdikbud Prov. Kaltim, Sri berkunjung ke SLBN Kota Samarinda dan SDN 001 Sungai Kunjang pada 10 Desember 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Sri mengingatkan bahwa penyajian harus lebih praktis dan unik supaya anak-anak khususnya siswa SLB bisa lebih tertarik makan sayur maupun buah.
“Jadi dengan simulasi ini kita jadi tau aspek-aspek apa saja yang menjadi perhatian dan catatan untuk mempersiapkan pelaksanaan program secara berkelanjutan,” tutur Sekda.
Kemudian simulasi juga dieglar di SLB Negeri Balikpapan dan SD Negeri 010 Balikpapan Selatan.
Walau alokasi dana dari pusat sudah ditentukan dengan anggaran tertentu, tetapi Pemprov Kaltim berencana untuk menambah anggaran. Hal ini mengingat harga di Kaltim yang jauh lebih mahal dibanding pulau Jawa.
Namun tentu juga dengan mempertimbangkan angka kecukupan gizi bagi anak-anak sekolah, utamanya untuk para siswa SLB.
BACA JUGA
