Menanti Pelaksanaan Salat Id Pertama di Masjid Negara IKN

masjid negara ikn
Masjid Negara di IKN akan disapman untuk Shalat Ied pada 1 Syawal 1446 Hijriah atau pada 2025.(Dok. Hutama Karya)

GoIKN.com – Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut untuk merealisasikan pusat pemerintahan baru Indonesia. Berbagai infrastruktur telah berdiri kokoh di IKN, termasuk bangunan ikonik seperti Istana Garuda.

Bangunan ini disiapkan untuk menjadi kantor resmi Presiden Prabowo Subianto di masa mendatang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, IKN mencakup wilayah daratan seluas 256.142 hektare dan kawasan laut sebesar 68.189 hektare.

Wilayah darat ini terbagi menjadi dua, yaitu kawasan inti seluas 56.180 hektare yang menjadi pusat pemerintahan, dan kawasan pengembangan seluas 199.962 hektare.

Di kawasan inti, terdapat kantor pemerintahan dan rumah dinas bagi Menteri serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi pusat peribadatan yang menghadirkan keberagaman rumah ibadah, seperti masjid, gereja, pura, vihara, klenteng, hingga basilika pertama di Indonesia.

Masjid Negara IKN: Ikon Baru Kebanggaan Nasional

Salah satu proyek strategis adalah pembangunan Masjid Negara IKN yang berada di kawasan pusat peribadatan. Masjid ini direncanakan dapat digunakan pada Idul Fitri tahun 2025, dengan daya tampung awal hingga 29.000 jamaah dan kapasitas penuh mencapai 60.000 jamaah. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, masjid ini akan menjadi kebanggaan nasional, melengkapi Masjid Istiqlal sebagai simbol keberagaman dan spiritualitas Indonesia.

Pembangunan Masjid Negara IKN dikelola oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur dengan kontraktor PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya melalui anggaran APBN sebesar Rp940 miliar. Masjid ini berdiri di atas lahan 32.125 meter persegi dengan luas total bangunan mencapai 60.173 meter persegi, termasuk plaza. Struktur utama masjid terdiri atas empat lantai, dua lantai mezzanine, serta area serbaguna dan parkir.

Baca Juga :

Infrastruktur Lengkap dan Ramah Lingkungan

Dikutip dari Indonesia.go.id. Desain masjid mengusung tiga elemen utama, yaitu kubah utama, plaza terbuka, dan menara. Kubah utama terinspirasi dari sorban dan galaksi, plaza terbuka mengarah ke kiblat, dan menara 99 meter melambangkan Asmaul Husna. Fasilitas tambahan mencakup ruang rapat, aula serbaguna, ruang VVIP, area wudhu, dan kolam retensi 123.502 m².

Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya keberlanjutan lingkungan dengan menjaga pohon-pohon besar di sekitar lokasi pembangunan. Bahkan, area ini akan diperkaya dengan penanaman tanaman baru untuk menciptakan kawasan hijau yang asri.

Pembangunan IKN menjadi bukti transformasi Indonesia menuju pusat pemerintahan modern yang inklusif dan berwawasan lingkungan. Proyek ini mencerminkan komitmen bangsa terhadap keberlanjutan dan keberagaman.***

Tinggalkan Komentar