Peran Industri AMDK dalam Menyediakan Air Berkualitas

Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia mencakup empat jenis yang diakui, yaitu air mineral alami, air mineral, air demineral, dan air minum embun. Keempat jenis AMDK ini telah diatur dengan standar yang ditetapkan melalui Standar Nasional Indonesia (SNI). (Foto: indonesia.go.id)

GoIKN.com – Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia mencakup empat jenis yang diakui, yaitu air mineral alami, air mineral, air demineral, dan air minum embun. Keempat jenis AMDK ini telah diatur dengan standar yang ditetapkan melalui Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pentingnya Kualitas Air Minum dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Dikutip dari indonesia.go.id. Air, sebagai kebutuhan dasar manusia, digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk konsumsi dan bahan baku produksi pangan. Pemenuhan kebutuhan air minum harus memperhatikan kualitas sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Produk AMDK yang diproduksi dalam jumlah besar kini menjadi solusi penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum. Penjualan AMDK tercatat meningkat pada 2019, mencapai 33 miliar liter, atau naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk AMDK pertama kali dipasarkan pada 1973 oleh pengusaha Tirto Utomo. Saat ini, sekitar 700 perusahaan memproduksi AMDK, dengan 85 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).

Seiring dengan peningkatan produksi, AMDK kini masuk dalam kategori pangan dengan risiko tinggi, yang memerlukan pengawasan ketat terhadap kualitasnya. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi setiap produk AMDK yang beredar untuk menjamin kualitas dan keamanan bagi konsumen.

Kemenperin mewajibkan penerapan SNI pada produk AMDK melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 78 Tahun 2016. Selain itu, pengujian produk dilakukan melalui laboratorium yang terakreditasi untuk memastikan bahwa standar mutu telah dipenuhi.

Langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk AMDK yang tidak memenuhi kualitas yang ditetapkan.

Baca Juga: Cubot TAB 70 4G, Tablet Murah untuk Segala Kebutuhan

BPOM juga berperan dalam pengawasan AMDK dengan fokus pada keamanan dan mutu sepanjang siklus hidup produk. Pengawasan ini meliputi berbagai tahapan, seperti registrasi produk, pengujian, serta pemantauan peredaran dan iklan untuk memastikan klaim yang disampaikan tidak menyesatkan.

Untuk melindungi masyarakat, BPOM juga mengajak konsumen agar bijak dalam memilih produk AMDK. Konsumen diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya.***

Tinggalkan Komentar