Piazza Firenze: Sentra Kulit yang Siap Dongkrak Pariwisata Garut
GoIKN.com – Menteri Pariwisata Putri Wardhana berharap sentra kerajinan kulit Piazza Firenze dapat menjadi daya tarik wisata baru bagi Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia berharap tempat ini juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Menpar Harapkan Piazza Firenze Dorong Pariwisata dan Ekonomi Garut
Dikutip dari kemenpar.go.id. Dalam acara peresmian di Gedung Piazza Firenze, Menpar mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Poppy Dharsono, Koperasi, dan Pemerintah Daerah Garut. Kerja sama ini dinilai penting dalam memperkuat citra Garut sebagai pusat kerajinan kulit yang terkenal di dunia.
Menpar menekankan pentingnya sinergi antar pihak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap keberadaan Piazza Firenze dapat memperkenalkan produk lokal Garut ke pasar internasional.
Garut telah lama menjadi destinasi wisata favorit di Indonesia, dengan kontribusi 3,3 juta kunjungan wisatawan dari total 150 juta kunjungan ke Jawa Barat hingga November 2024. Dengan hadirnya Piazza Firenze, Menpar berharap Garut dapat memaksimalkan potensi ekonominya.
Sentra kerajinan ini dirancang sebagai ruang publik modern dan destinasi wisata baru. Piazza Firenze juga akan mempromosikan produk kulit khas Sukaregang yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
Menpar menekankan pentingnya pengembangan industri fesyen dan kuliner lokal untuk mendukung pariwisata. Ia mengusulkan penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) guna menarik wisatawan internasional dan meningkatkan eksposur produk lokal.
Baca Juga:
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, menyoroti kontribusi Garut yang menyumbang 25 persen produk kulit nasional. Selain itu, ia juga menekankan perlunya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan untuk mendukung konsep ecotourism.
Poppy Dharsono, pendiri Yayasan Poppy Dharsono, menyatakan bahwa Garut memiliki keahlian kerajinan kulit yang telah diwariskan selama lebih dari satu abad. Piazza Firenze, yang terdiri dari 56 kios pengrajin kulit dan kuliner, dirancang dengan standar internasional untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.***
BACA JUGA

