Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia Awal 2025

banjir
Banjir merendam Kabupaten Halmahera Timur, pada Sabtu (11/1/2025)/ dok. BPBD Kabupaten Halmahera Timur. (Foto: Infopublik.id)

GoIKN.com – Di Kalimantan Selatan, angin kencang menerjang Kabupaten Banjar pada Sabtu (11/1/2025), tepatnya di Desa Gambut, Kecamatan Gambut, dan Desa Jambu Burung, Kecamatan Beruntung Baru. Akibat kejadian ini, 25 unit rumah terdampak dengan rincian 4 rumah mengalami kerusakan ringan dan 5 rumah mengalami kerusakan berat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa BPBD setempat telah bekerja sama dengan warga. Upaya yang dilakukan termasuk membersihkan material rumah yang roboh akibat bencana.

Banjir di Pulau Jawa

Kabupaten Pekalongan

Dikutip dari Infopublik.id. Sementara itu, di Pulau Jawa, banjir melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Cilacap. Di Kabupaten Pekalongan, banjir rob menggenangi Desa Depok dan Desa Blacanan di Kecamatan Siwalan pada Jumat (10/1/2025).

Peristiwa ini terjadi akibat kombinasi pasang air laut dan hujan dengan intensitas tinggi, yang berdampak pada 1.010 kepala keluarga. Sebanyak 717 rumah tergenang air, dengan rincian 315 rumah di Desa Depok dan 402 rumah di Desa Blacanan.

Hingga saat ini, BPBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pekalongan masih melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak. Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 15 hingga 40 sentimeter.

Kabupaten Cilacap

Di Kabupaten Cilacap, banjir terjadi di dua desa, yaitu Desa Cilongkrang, Kecamatan Wanareja, pada Kamis (9/1/2025) dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, pada Jumat (10/1/2025).

Banjir ini disebabkan oleh luapan Sungai Cijambe dan Sungai Cikamuning yang memengaruhi 50 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa.  Luapan air tersebut juga merendam area persawahan seluas 65 hektare.

BPBD Kabupaten Cilacap bersama warga dan BBWS Citanduy terus melakukan penanganan, termasuk menutup tanggul yang jebol dan melakukan asesmen lapangan di lokasi terdampak.

Baca Juga :

Banjir di Maluku Utara

Tidak hanya di Pulau Jawa, bencana serupa juga terjadi di Provinsi Maluku Utara, tepatnya di Kabupaten Halmahera Timur. Banjir melanda Desa Minamin dan Desa Saolat di Kecamatan Wasile Selatan pada Sabtu (11/1/2025) akibat hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Berdasarkan pendataan sementara, 23 kepala keluarga terdampak, dengan rincian 3 kepala keluarga di Desa Minamin dan 20 kepala keluarga di Desa Saolat. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada satu fasilitas kesehatan dan merendam hasil panen perkebunan kelapa sebanyak 10 ton.

Upaya Pemulihan dan Penanganan

Pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi dan Kabupaten, serta pihak kecamatan, telah melakukan berbagai langkah penanganan dan pemulihan di lokasi terdampak. Pemantauan dan pemutakhiran data korban terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Di beberapa wilayah, air dilaporkan mulai surut, namun proses pemulihan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak demi meminimalkan dampak lanjutan dari bencana.***

Tinggalkan Komentar