Pacitan Diguncang Gempa Tektonik, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan daerah sekitarnya, 14.42, Sabtu, 11/1/25. (Foto: infopublik.id

GoIKN.com – Surabaya, Sabtu (11/1/25)  pukul 14.25 WIB, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan daerah sekitarnya. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berlokasi di koordinat 8.88° LS dan 110.97° BT. Episenter gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer arah barat daya dari Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pacitan, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

BMKG mengategorikan gempa ini sebagai jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Jenis gempa seperti ini umumnya memiliki potensi menyebabkan guncangan yang cukup kuat di permukaan, meskipun dampaknya lebih terbatas dibandingkan gempa besar. infopublik.id

Guncangan gempa kali ini dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Di Klaten dan Yogyakarta, warga merasakan getaran pada skala II-III MMI efeknya menyerupai getaran yang ditimbulkan oleh truk besar yang melintas. Di Karangkates-Malang, intensitas getaran mencapai skala II MMI, dengan efek berupa benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.

Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan yang signifikan akibat gempa tersebut. Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan telah terjadi satu kali gempa susulan setelah guncangan utama.

Baca Juga:

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Warga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Selain itu, mereka diimbau untuk memeriksa kondisi rumah masing-masing guna memastikan struktur bangunan cukup kokoh dan aman.

Kewaspadaan masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan. Dengan memastikan kesiapan dan keamanan, dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi dapat diminimalkan.***

Tinggalkan Komentar