APBN Dorong Perluasan Akses Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pembelajaran di Indonesia

siswa apbn
Kunjungan Siswa ke Perpustakaan. (Kalselprov.go.id)

GoIKN.com – Pendidikan memainkan peranan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa. Sejalan dengan hal itu, investasi besar di sektor pendidikan terbukti berkorelasi positif dengan kemajuan ekonomi di berbagai negara. Oleh sebab itu, pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi negara yang ingin maju dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Prioritas Pendidikan dalam Anggaran APBN

Pemerintah Indonesia telah menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Sejak tahun 2009, anggaran pendidikan dalam APBN dialokasikan sebesar 20%. Berbagai program peningkatan mutu pendidikan telah dijalankan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM. Program tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk wilayah Papua, Papua Barat, daerah 3T, dan wilayah perbatasan, serta bantuan operasional melalui program BOS. Selain itu, pemerintah juga menginisiasi KIP Kuliah yang merupakan transformasi dari Beasiswa Bidikmisi, serta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers APBN KiTa Awal Tahun 2025, realisasi anggaran pendidikan pada tahun 2024 mencapai Rp550,4 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp513,4 triliun. Anggaran tersebut memberikan manfaat langsung kepada 21,1 juta siswa penerima PIP, 1,1 juta mahasiswa penerima KIP Kuliah, dan 1,6 juta guru penerima tunjangan profesi. Selain itu, terdapat 310 proyek pembangunan atau rehabilitasi madrasah, serta 53,2 juta siswa yang menerima dana BOS langsung.

Peningkatan Dana Pendidikan Melalui TKD

Kenaikan anggaran pendidikan pada tahun 2024 sebesar 7,2% juga terlihat pada peningkatan dana melalui Transfer ke Daerah (TKD). Dukungan pendanaan ini mencakup pembayaran gaji PPPK Guru, kebijakan kenaikan gaji sebesar 8%, serta pembayaran komponen THR dan Gaji ke-13 melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp30,5 triliun untuk rehabilitasi 65.747 sekolah, pengembangan profesi guru, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Di SMAN 58 Jakarta, penggunaan dana BOS telah membantu meningkatkan mutu pembelajaran. Dana tersebut digunakan untuk membeli buku pelajaran, peralatan tulis, dan komputer, serta pemeliharaan sarana sekolah. Kepala SMAN 58 Jakarta, Diah Kurniawati, mengapresiasi bantuan tersebut karena sangat bermanfaat bagi siswa dan orang tua. Beberapa siswa di sekolah ini juga menjadi penerima bantuan PIP, seperti Nasyilla Deviana Ibrahim, David Sibarani, dan Alban Darrel Ibnu Jalalludin, yang merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka.

Baca Juga :

Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Cegah Putus Sekolah

Program PIP bertujuan mencegah siswa putus sekolah dengan memberikan bantuan kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini mencakup biaya pendidikan baik jalur formal maupun nonformal. Selain meringankan beban ekonomi keluarga, program ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan hingga tingkat menengah.

Memasuki tahun 2025, fokus pemerintah tetap pada pembangunan SDM. Kualitas SDM yang unggul menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Meski demikian, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Berdasarkan survei Human Development Index (HDI) dari UNDP tahun 2021, Indonesia berada di peringkat 114 dari 191 negara. Skor PISA (Program for International Student Assessment) Indonesia juga masih di bawah rata-rata negara OECD dan ASEAN-5. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan untuk mencapai pertumbuhan SDM yang lebih baik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Anak Sekolah

Dalam rangka meningkatkan gizi siswa, pemerintah menginisiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan nutrisi anak sekolah, memberdayakan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, mengurangi angka absensi, serta berdampak positif pada kesehatan dan prestasi akademik mereka.

Anggaran Pendidikan dalam APBN 2025

Anggaran pendidikan dalam APBN 2025 mencapai Rp724,26 triliun, yang dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat, TKD, dan investasi pemerintah. Sebesar Rp297,17 triliun digunakan untuk meningkatkan akses pendidikan, memperbaiki sarana dan prasarana, serta memberikan keringanan biaya pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan menjadikan Indonesia negara mandiri dan inklusif dengan masyarakat yang modern dan sejahtera.

Melalui berbagai program pendidikan, pemerintah terus berusaha meningkatkan kualitas dan akses pendidikan agar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan SDM yang unggul dan berdaya saing, Indonesia diharapkan mampu bersaing di kancah global dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar