Kemenkes Luncurkan Program Deteksi Dini Lupus SALURI pada 2025

Deteksi Dini Lupus
(Foto: kemenkes)
GoIKN.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Siti Nadia Tarmizi mengumumkan peluncuran program deteksi dini Lupus. Program ini bertajuk Periksa Lupus Sendiri (SALURI) dan akan diluncurkan pada 2025.

SALURI dirancang untuk meningkatkan kesadaran calon pengantin wanita, yang termasuk dalam kelompok usia berisiko. Tujuannya adalah agar mereka lebih peka terhadap gejala lupus dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika menemui tanda-tanda penyakit tersebut.

Lupus: Penyakit Autoimun yang Perlu Deteksi Dini

Dikutip dari Infopublik.id. Nadia berharap program SALURI dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini lupus, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Program ini juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, BPJS Kesehatan, dan media untuk mempercepat penanganan kasus lupus.

Kemenkes telah menyusun pedoman dan modul pelatihan untuk tenaga kesehatan. Selain itu, program rujuk balik melalui BPJS Kesehatan juga diperkuat agar pasien mendapatkan perawatan berkelanjutan. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), yang dikenal sebagai “Penyakit Seribu Wajah”, dapat menyerang siapa saja, tetapi prevalensinya lebih tinggi pada perempuan usia 15-45 tahun, dengan perkiraan lebih dari 1,3 juta penderita di Indonesia.

Baca Juga :

Manfaat Deteksi Dini dalam Penanganan Lupus

Deteksi dini lupus memiliki manfaat besar, termasuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien, serta mencegah kerusakan organ vital. Selain itu, deteksi dini juga dapat mengurangi biaya pengobatan akibat komplikasi dan meningkatkan produktivitas pasien.

Dengan adanya program SALURI dan kampanye edukasi ini, Kemenkes berharap masyarakat dapat lebih cepat mengenali gejala lupus dan memberikan dukungan lebih baik bagi penderita.***

Tinggalkan Komentar