ADIMAN Gelar Sosialisasi Program Adaptasi Dokter Lulusan Luar Negeri

Asosiasi Dokter Indonesia-Jerman
Dokter Indonesia di Jerman: Belajar dan Berkontribusi (Foto: adiman-ev.de)
GoIKN.com – Asosiasi Dokter Indonesia-Jerman (ADIMAN) menyelenggarakan webinar untuk mensosialisasikan Program Adaptasi 1 Tahun bagi dokter lulusan luar negeri. Kegiatan daring ini bertujuan memberi pemahaman menyeluruh kepada dokter diaspora mengenai prosedur dan regulasi baru dalam program adaptasi, dengan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.

Komitmen ADIMAN dalam Memfasilitasi Kontribusi Dokter Diaspora

Acara ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, serta Plt. Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti. Selain itu, peserta berasal dari dokter umum dan spesialis WNI yang berpraktik di luar negeri, termasuk di Jerman, Tiongkok, Belgia, Austria, dan Rusia, serta perwakilan KBRI setempat.

Dikutip dari Kemkes.go.id. Ketua ADIMAN, Prasti Pomarius, menekankan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen ADIMAN untuk memfasilitasi kontribusi dokter diaspora bagi Indonesia. “Kami menyambut baik Program Adaptasi 1 Tahun ini dan mengapresiasi dukungan dari Kemenkes dan Kemenlu. Dengan adanya sosialisasi ini, rekan-rekan dokter diaspora diharapkan memiliki gambaran yang jelas tentang prosedur dan proses yang harus dilalui untuk dapat mengabdi sebagai dokter di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :

Pembaruan Regulasi Adaptasi Dokter Lulusan Luar Negeri

Yuli Farianti dalam sosialisasi ini menjelaskan sejumlah pembaruan regulasi, antara lain: digitalisasi pendaftaran melalui platform kemkes.go.id, durasi adaptasi yang kini lebih singkat (maksimal 12 bulan), program adaptasi yang dilakukan di fasilitas kesehatan, pemberian insentif terstandar, serta evaluasi berbasis portofolio bagi dokter berpengalaman lebih dari dua tahun atau ahli di bidang tertentu.

Ajisoko, salah satu dokter peserta program adaptasi, mengungkapkan bahwa program ini jauh lebih jelas dan praktis. “Program adaptasi yang baru ini jauh lebih jelas dan mudah. Tidak perlu bolak-balik urus administrasi karena semuanya sudah online,” ujarnya.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ADIMAN. “Kami mendukung penuh kolaborasi ini karena Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang merata. Proses adaptasi kini kami permudah, transparan, tanpa diskriminasi, dan administrasi berbasis daring. Kami juga terbuka untuk menerima masukan agar dapat terus meningkatkan sistem yang ada. Mari, bersama-sama dengan ilmu dan pengalaman yang Anda miliki, kita bangun kesehatan bangsa,” tuturnya.***

Tinggalkan Komentar