Pantai Penggajawa: Keindahan Batu Hijau di Pesisir Selatan Flores

Pantai Penggajawa
Pantai Penggajawa di Ende, Kupang, NTT kerap disebut Pantai Batu Hijau karena pantai ini memiliki hamparan batu yang mayoritas berwarna hijau kebiruan. (Foto: Indonesia.id)

GoIKN.com – Pantai Penggajawa, yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki daya tarik unik yang berbeda dari pantai-pantai lainnya. Alih-alih dihiasi pasir putih, pantai ini menawarkan hamparan batu berwarna hijau kebiruan, yang membuatnya sering disebut sebagai Pantai Batu Hijau. Selain warna hijau kebiruan yang dominan, terdapat pula batu-batu dengan nuansa cokelat, ungu, kuning, merah, hingga putih, dengan bentuk dan ukuran yang beragam, seperti lonjong, bundar, hingga tidak beraturan.

Asal-usul dan Karakteristik Batu Hijau

Menurut keyakinan warga setempat, batu-batu tersebut berasal dari dasar laut yang didorong ombak ke tepian pantai. Namun, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa batu-batu ini merupakan bagian dari Situs Endapan Undak Pantai Penggajawa. Morfologi undak pantai yang berbatasan langsung dengan kompleks Pantai Penggajawa menjadi ciri khas, dengan kerakal batu hijau yang tersebar di sepanjang garis pantai.

Pantai ini tidak hanya menawarkan panorama unik batu hijau, tetapi juga menghadirkan pemandangan alami yang memukau. Pengunjung dapat menikmati tebing-tebing di perbukitan sekitar pantai, yang tersusun rapi oleh batu hijau, memberikan kesan alami dan eksotis.

Baca Juga :

Akses Menuju Pantai Penggajawa

Pantai Penggajawa terletak di Desa Penggajawa, Kecamatan Nanga Panda, Kabupaten Ende. Lokasinya berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Ende, yang dapat ditempuh dalam waktu 20–30 menit menggunakan kendaraan darat. Wisatawan dari luar daerah bisa mencapai Kota Ende melalui kapal ferry dari Pelabuhan Kupang atau pesawat menuju Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende. Alternatif lainnya adalah perjalanan darat dari Kota Bajawa, sejauh 100 kilometer atau sekitar 2,5 jam perjalanan.

Pantai Penggajawa menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan, baik untuk berswafoto, menikmati udara segar, maupun berburu batu-batu unik sebagai koleksi. Batu-batu ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Banyak batu yang dikumpulkan, disortir, dan dijual ke luar kota hingga luar negeri dengan harga sekitar Rp350 per kilogram.

Namun, wisatawan diimbau untuk tidak mengambil batu yang telah dikarungi atau ditumpuk di tepi pantai, karena batu-batu tersebut sudah dipersiapkan untuk dijual.

Fasilitas dan Keunikan Lainnya

Meski fasilitas di pantai ini masih sederhana dan dikelola oleh masyarakat lokal, wisatawan tetap bisa menemukan pedagang makanan yang menjajakan kuliner khas daerah. Pantai ini juga memiliki restoran dengan saung-saung yang menghadap laut, memungkinkan pengunjung menikmati hidangan seperti ikan bakar sambil memandangi Gunung Meja di timur dan pulau-pulau di sekitar pantai. Beberapa restoran bahkan menyediakan spot swafoto yang diminati oleh wisatawan.

Hal yang menarik, tidak ada biaya masuk ke pantai ini, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan alamnya secara gratis.

Pantai Penggajawa menjadi salah satu bukti keragaman destinasi wisata di Pulau Flores dan sekitarnya. Potensi unik ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dikelola dengan lebih baik untuk menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, pelestarian keindahan alam dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Timur juga perlu diprioritaskan.***

Tinggalkan Komentar