Tingkatkan Akurasi Data Hortikultura, DPKP Kalsel Adakan Rakor Sinkronisasi
Diterbitkan 23 Jan 2025, 13:53 WIB
GoIKN.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan rapat sinkronisasi Angka Sementara Data Hortikultura untuk meningkatkan akurasi data di wilayah tersebut. Rapat ini melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota serta petugas data hortikultura dari seluruh daerah di Kalimantan Selatan.
Sinkronisasi Data Hortikultura di Kalimantan Selatan untuk Akurasi yang Lebih Baik
Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah, menyampaikan pentingnya penyelarasan data antara provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini diperlukan untuk menghindari perbedaan informasi yang dapat menghambat perencanaan dan pelaksanaan program.
”Melalui pertemuan ini, kita berupaya untuk menyinkronkan angka sementara data hortikultura tahun 2024. Saya mengapresiasi komitmen seluruh peserta yang telah mempersiapkan data justifikasi dengan baik,” ujar Imam, Kamis (23/1/2025). kalselprov.go.id
Imam juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi, seperti aplikasi SIPEDAS, untuk mempermudah pengolahan data, validasi, analisis, dan pelaporan yang lebih efisien. Dengan menggunakan teknologi ini, diharapkan dapat menyediakan data yang akurat dan transparan kepada semua pemangku kepentingan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pelaku usaha hortikultura. Kerja sama yang solid dapat mengubah tantangan menjadi peluang. Hal ini akan membantu memperbaiki data, memperkuat kebijakan, dan meningkatkan kinerja sektor hortikultura di Kalimantan Selatan.
Imam mengingatkan bahwa sektor hortikultura memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, sektor ini menghadapi tantangan besar, seperti dampak perubahan iklim, termasuk kekeringan, banjir, dan anomali cuaca.
Baca Juga:
Perubahan tersebut berisiko menurunkan produktivitas hortikultura serta memperburuk serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Oleh karena itu, perhatian serius terhadap dampak bencana alam pada sektor ini sangat diperlukan.
Analisis data terkait kekeringan, banjir, dan kerusakan akibat bencana menjadi langkah penting untuk merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sektor hortikultura dapat terus berkembang meski menghadapi tantangan yang besar.***
BACA JUGA

