Pemprov DKI Jakarta Gelar Muhasabah dan Doa Bersama Sambut Tahun 2025

Pergantian Tahun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan Muhasabah, Dzikir, dan Doa Bersama Akhir Tahun 2024 di kawasan Monas, Jakarta Pusat. (Foto: beritajakarta.id)
GoIKN.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Muhasabah, Dzikir, dan Doa Bersama di Monas, Jakarta Pusat, untuk menyambut pergantian tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan membawa kebaikan dan berkah bagi seluruh masyarakat Jakarta.

Malam muhasabah tersebut dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Kyai Haji Nasaruddin Umar. Acara ini juga diisi dengan muhasabah yang dipandu oleh Kyai Haji Ali Sibromalisi dan tausiyah dari Kyai Haji Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).  Acara juga diisi dengan penampilan Qori internasional dan Juara MTQ Nasional, Ustad Ilham Mahmudin, serta hiburan religi dari penyanyi gambus Alma ESBEYE.

Harapkan Kebaikan Melalui Doa Bersama

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, berharap doa bersama yang dipimpin oleh Menteri Agama dapat terkabul dan membawa kebaikan untuk semua. “Mudah-mudahan acara muhasabah di akhir tahun ini bisa terus dilanjutkan di acara-acara lainnya,” ujarnya.

Teguh juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang hadir, berharap acara muhasabah ini dapat terus berlanjut di acara-acara berikutnya.

Menteri Agama RI, Kyai Haji Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan Allah SWT. Dengan demikian, masyarakat Jakarta diharapkan memiliki energi baru yang penuh berkah dalam menyambut Tahun Baru 2025. Ia berharap DKI Jakarta semakin maju dan masyarakatnya semakin saleh, dengan pejabat yang amanah dalam menjalankan tugas.

Baca Juga :

Perkembangan Jakarta yang Lebih Sejahtera

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, memberikan apresiasi atas acara ini dan berharap Jakarta terus berkembang menjadi kota yang lebih baik dan sejahtera. Ia juga mengingatkan tentang Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menyatakan bahwa Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota. Meskipun demikian, ia tetap berharap kota ini semakin sejahtera dengan pelayanan yang lebih mudah dan terjangkau, khususnya di sektor kesehatan.***

Tinggalkan Komentar