Festival Harmoni Istiqlal Perayaan Budaya Islam Nusantara yang Inspiratif

Festival Harmoni Istiqlal
Harmoni Istiqlal ini berawal dari kesadaran tata ruang karena ada cipta kawasan. (Foto: Nugroho Sejati/beritajakarta.id)

GoIKN.com – Festival Harmoni Istiqlal, yang berlangsung dari 10 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025, menjadi ajang istimewa untuk menampilkan perkembangan budaya Islam di Nusantara. Kegiatan ini digagas oleh kolaborasi antara Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, Kementerian UMKM, Badan Pengelola Masjid Istiqlal, serta Gerakan Pemajuan Kebudayaan Cipta.

Tiga Ruang Pamer, Satu Harmoni

Festival ini menawarkan pengalaman berkesan melalui tiga ruang pameran tematik. Ruang pertama, “Istiqlal dan Kawasan,” menyoroti peran strategis Masjid Istiqlal sebagai pusat energi pengembangan kawasan Lapangan Banteng. Pengunjung dapat menikmati sketsa bangunan bersejarah seperti Gedung Istana Merdeka, Gereja Imanuel, dan Pos Bloc, serta replika maket Istiqlal karya Arya Angga Sinaga, pemenang lomba desain Ibu Kota Negara.

Menurut inisiator festival, Handoko Hendroyono, trotoar menjadi simbol silaturahmi yang menyambungkan kawasan sekitar dengan Masjid Istiqlal sebagai epicentrum. “Selain memamerkan sketsa dan maket, ruang pertama juga menampilkan sejumlah foto lama dan kekinian keindahan bangunan Istiqlal,” jelasnya.

Ruang kedua mengeksplorasi perjalanan Islam di Indonesia melalui linimasa literasi, produk budaya, seni, hingga peralatan sehari-hari hasil akulturasi. “Dalam ruang kedua ini juga terdapat area pamer seni kontemporer digital yang selaras dengan nilai Islami,” tutur Handoko.

Karya-karya khas seperti lukisan kaca Cirebon bermotif wayang, batik rofiah, komik religi, dan manuskrip kuno dari Pulau Penyengat turut menghiasi ruang ini. Berbagai karya tersebut mencerminkan harmoni antara nilai tradisional dan kontemporer, termasuk seni digital Islami yang menarik perhatian.

Baca Juga :

Ruang Imam Bukhari dan Teknologi Imersif

Dikutip dari beritajakarta.id. Di ruang ketiga, pengunjung diajak menjelajahi literasi hadis Imam Bukhari dengan sentuhan teknologi imersif. Area relaksasi digital dari Galeri Buchari Islamic Art, Uzbekistan, juga menjadi daya tarik tersendiri.

Festival ini tak hanya menawarkan edukasi dan hiburan, tetapi juga mendukung perekonomian lewat bazar yang melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM. “Bazar ini dalam rangka membangkitkan perekonomian,” ujar Handoko.

Dengan rata-rata 1.300 pengunjung per hari, Festival Harmoni Istiqlal berhasil menarik perhatian luas. Ke depan, festival ini berencana melibatkan negara-negara seperti Qatar, Turki, Malaysia, dan Cina.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi referensi dan literasi Islam yang damai serta toleran, juga membuka mata publik terhadap ruang imanjinasi serta ekspresi. Berikutnya Qatar sudah menunggu untuk berpartisipasi,” pungkas Handoko. Festival Harmoni Istiqlal bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah langkah menuju harmoni global.***

Tinggalkan Komentar